Blokir

Kominfo Sebut Blokir Tik Tok Bisa Dicabut

Diposting pada 144 views

Ngelmu.co –¬†Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah resmi blokir aplikasi Tik Tok. Aplikasi Tik Tok saat ini tengah naik daun di Indonesia.

Diketahui bahwa penutupan akses aplikasi streaming video itu dilakukan pada Selasa (3/7) siang, pukul 12.00 WIB. Pihak Kementerian Kominfo, Menteri Kominfo, Rudiantara, meyatakan bahwa aplikasi Tik Tok diblokir karena ditemukan adanya konten negatif di platform-nya yang telah membuat resah masyarakat. Konten negatif itu juga dilarang di Indonesia.

Namun, Kemenkominfo menyatak bahwa blokir atas aplikasi Tik Tok itu bisa saja dicabut oleh Kemkominfo. Dibukanya blokir bisa dilakukan dengan catatan pihak pengelola Tik Tok berkomitmen membersihkan konten platform-nya dari konten negatif.

Baca juga: Pemerintah Blokir Aplikasi Tik Tok

“Setelah bersih dan ada jaminan untuk menjaga kebersihan kontennya, Tik Tok bisa kami buka kembali,” ucap Rudiantara yang akrab disapa Chief RA, Selasa (3/7), seperti yang dikutip dari Kumparan.

Diketahui bahwa pemblokiran Tik Tok ini serupa dengan cara Kemkominfo menutup akses aplikasi streaming video Bigo Live, yang terjadi pada Desember 2016 silam, yakni blokir Domain Name System (DNS).

Seperti halnya Bigo Live, pemerintah berharap Tik Tok bisa berperan aktif seperti Bigo Live, dengan mendirikan kantor di Indonesia dan merekrut karyawan lokal untuk menjaga kontennya. Dengan begitu normalisasi bisa dilakukan.

“Pendekatannya kami lakukan seperti kepada Bigo yang telah membersihkan dan menjaga kontennya (ada puluhan staf Bigo yang kerjanya membersihkan konten Bigo untuk Indonesia), maka Bigo kami buka lagi,” papar Rudiantara.

Rudiantara menegaskan bahwa sesungguhnya dia mengapresiasi kehadiran aplikasi streaming video Tik Tok karena bisa menjadi wadah bagi para konten kreator dalam berkreativitas.

Diberitakan sebelumnya, dalam pemblokiran Tik Tok ini, Kemkominfo berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia.