Macron dan 2021: Juni Ditampar, September Dilempar Telur

  • Bagikan
Egg Thrown at French President Macron

Ngelmu.co – Dunia terus menyoroti gerak-gerik Presiden Prancis Emmanuel Macron, sejak yang bersangkutan melayangkan tudingan terhadap Muslim, 2020 lalu.

Tahun telah berganti. Namun, Macron masih harus menerima perlakuan kurang menyenangkan dari warganya.

Pada Juni 2021, ia harus menerima tamparan dari seorang pria, mendarat di wajahnya.

Baru tiga bulan berlalu, Macron, kembali mendapat ‘serangan’, meski hanya berupa lemparan telur yang mengarah ke punggungnya.

Mengutip Reuters, seorang mahasiswa (19), melempar telur ke arah Macron yang tengah mengunjungi pameran perdagangan makanan internasional di Lyon.

Terunggah juga video yang memperlihatkan, bagaimana Macron, berjalan melewati kerumunan orang, Senin (27/9) waktu setempat.

Di saat itulah, secara tiba-tiba, telur mendarat ke punggungnya, dan memantul.

Mereka yang berada di sekitar lokasi pun terkejut, termasuk dua pengawal yang langsung berupaya melindungi Macron.

Hanya selang beberapa detik, nampak dua pengawal kepresidenan, mengamankan seorang pria, yang kemudian diketahui sebagai pelempar telur.

“Jika ia punya pernyataan yang ingin disampaikan kepada saya, maka ia bisa datang,” tutur Macron, mengomentari sikap mahasiswa tersebut.

Baca Juga:

Terpisah, jaksa wilayah Lyon yang membenarkan bahwa pelempar telur itu merupakan mahasiswa (19), tidak mengungkap detail identitas pelaku.

Pihaknya hanya menekankan, bahwa polisi sudah langsung menahan mahasiswa tersebut.

Di sisi lain, pemuda itu juga bahwa belum pernah berurusan dengan polisi pun otoritas kehakiman Prancis.

Lebih lanjut, Jaksa Lyon menyatakan, bahwa penyelidikan tengah berlangsung, untuk mencari tahu motif pelaku.

Adapun deliknya adalah ‘penyerangan terhadap seseorang dalam posisi otoritas publik’.

Peristiwa ini terjadi sekitar enam bulan, sebelum Prancis, menggelar pemilihan presiden (Pilpres).

Macron juga belum mengumumkan secara resmi, apakah ia akan kembali mencalonkan diri, tetapi kuat dugaan, demikian.

Sementara soal ‘serangan’, ini bukan pertama kalinya untuk Macron.

Sebab, saat masih menjadi calon presiden (capres) di 2017 lalu, Macron juga pernah menjadi target pelemparan telur.

Bahkan, waktu itu telur tersebut pecah di kepalanya.

Baca Juga:

Sedangkan pada 8 Juni 2021, waktu setempat, seorang pria menampar wajah Macron.

Tepatnya, ketika ia sedang menemui dan menyapa kerumunan warga, dalam kunjungan di kota Tain-l’Hermitage, wilayah Prancis bagian tenggara.

Macron yang berlari mendekati warga–salah satunya pria berkaos hijau–justru disambut tamparan.

Salah satu pengawal kepresidenan yang berdiri di belakang Marcon, sempat mengangkat tangannya untuk melindungi. Namun, ia terlambat.

Terdengar, penampar yang memakai masker itu meneriakkan slogan, “Montjoie! Saint Denis”.

Teriakan perang yang populer di era kerajaan seabad lalu. Lalu, ia melanjutkan kalimatnya, “A bas la Macronie”, alias “Turunkan Macron”.

Saat itu, pria yang juga tak disebut namanya tersebut, langsung ditangkap, bersama seorang lainnya.

Kedua pria berusia 28 tahun itu pun diinterogasi oleh kantor jaksa setempat.

  • Bagikan
ngelmu.co