Bukan Cuma Macron, Capres Prancis Lainnya juga Terang-terangan anti-Islam

  • Bagikan
Macron anti-Islam

Ngelmu.co – Bukan cuma presiden petahana Prancis, Emmanuel Macron yang bersikap serta menerapkan kebijakan-kebijakan anti-Islam.

Dua calon lainnya di pemilihan presiden (pilpres) juga demikian. Ia adalah Eric Zemmour dan Marine Le Pen.

Eric Zemmour

Eric Zemmour memang sudah tereliminasi, karena di putaran pertama pemilihan presiden, ia hanya mendapat 7 persen suara.

Sebelumnya, pria sepuh ini pernah bilang, jika terpilih menjadi presiden Prancis, ia enggan mendengar suara azan di negaranya.

Penganut Yahudi itu bahkan mengeklaim, bahwa Prancis adalah lanskap gereja.

Itu mengapa Zemmour, menolak pendirian masjid besar ataupun menaranya; di Prancis.

Di saat Zemmour, mempromosikan bukunya di ‘TV France 5’, ia juga mengusulkan agar para muslim Prancis, disuruh memilih.

Mereka lebih memilih Islam, atau negara.

Zemmour bahkan menamakan partainya ‘Reconquete’, yang merujuk kepada peristiwa Reconquista di Andalusia; ketika Kristen Eropa bersatu, mengusir muslim dari Andalusia.

Bukan cuma itu, Zemmour juga bicara soal anak-anak penyandang disabilitas.

Apa yang ia dapat dari segala ucapannya?

Ayah dari seorang anak penyandang autisme di Prancis, mewakili kemarahan banyak pihak terhadap Zemmour.

Kala itu, Zemmour yang hendak berkampanye di wilayah selatan Prancis, baru saja turun dari mobil.

Lalu, pria itu langsung memecahkan sebutir telur; tepat di kepala Zemmour.

Marine Le Pen

Raihan suara Marine Le Pen, bersaing ketat dengan presiden petahana Prancis, Emmanuel Macron.

Namun, bukan cuma raihan suaranya, tetapi sikap anti-Islam-nya juga 11-12 dengan Macron.

Ia yang berada di posisi kedua pada pilpres putaran pertama, mengaku akan melarang hijab secara total.

Jika terpilih menjadi presiden, Marine tidak akan membolehkan para muslimah mengenakan jilbab di tempat-tempat umum di Prancis.

Bukan cuma di sekolah, sebagaimana peraturan yang berlaku saat ini.

Marine juga pernah mengkritik muslim yang melaksanakan salat di jalan.

Ia menyamakannya dengan pendudukan oleh Nazi atas Prancis, yang pernah terjadi ketika Perang Dunia II.

Tidak hanya itu, Marine juga dikenal rasis dan sangat anti-imigran.

Hingga ketika tengah menjalani wawancara langsung di televisi, sekelompok massa pun berupaya menyerangnya secara fisik.

Jika ajudan tidak melindunginya, jelas, Marine akan menerima serangan tersebut.

Bahkan massa juga meneriakinya dengan ‘Le Pen, Rasis’ dan ‘Pergilah Le Pen’.

Namun, alih-alih introspeksi, Marine malah menuduh penyerangnya adalah kelompok militan kiri.

Emmanuel Macron

Siapa yang tidak mengetahui sikap anti-Islam dari seorang presiden petahana Prancis, Emmanuel Macron?

Sudah berulang kali ia menerima kecaman, akibat sikapnya tersebut.

Bukan cuma dari rakyat Prancis dan umat muslim, tetapi dunia juga memprotesnya.

Macron masih berada di posisi paling atas pada pilpres putaran pertama.

Namun, bagaimana hasil kepemimpinannya sejauh ini?

Macron sukses membuat Prancis menjadi negara Barat yang paling dibenci oleh umat muslim dunia.

Pasalnya, secara terang-terangan dan agresif, Macron membela adanya karikatur Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Dalihnya adalah kartun tersebut merupakan bentuk kebebasan berekspresi.

Tidak sampai di situ. Ia juga mengusulkan draf undang-undang ‘separatisme Islam’, dan menyebut Islam berada dalam krisis.

Macron bahkan menutup sejumlah masjid serta asosiasi Islam, dan membuat lembaga khusus umat muslim.

Lagi-lagi tujuannya adalah Macron, merasa perlu memantau berbagai praktik yang dilakukan oleh muslim di Prancis.

Agar ia dapat yakin, bahwa semuanya tidak bertentangan dengan nilai-nilai sekularisme Prancis.

Sampai akhirnya, ketika resmi melakukan kunjungan ke Tain-I’Hermitage, seorang pemuda Prancis, menyerangnya.

Penggemar sejarah perang di abad pertengahan itu menampar wajah Macron, yang memang berjalan menghampirinya.

Bukan cuma menampar, ia juga meneriakkan slogan perang Prancis di masa lampau.

Simak videonya berikut ini:

@ngelmuco Betapa #capres #Prancis begitu ‘anti’ terhadap #Islam ; baik itu si petahana #EmmanuelMacron ataupun saingannya si #MarineLePen dan juga yang sudah tereliminasi usai putaran pertama #EricZemmour ♬ Suspense, quiet urgency, suspicion, investigation(1028323) – cowaii – Fear music encyclopedia

Baca Juga:

Perlu digarisbawahi, bahwa para penyerang Zemmour, Marine, dan Macron, bukanlah umat muslim di Prancis.

Namun, mereka turut muak dengan berbagai pernyataan serta kebijakan dari ketiganya.

Sampai-sampai nekat memecahkan telur di kepala Zemmour, mencoba menyerang Marine, dan melayangkan tamparan di wajah Macron.

  • Bagikan