Membongkar Isi Chat yang Dihapus Teddy Minahasa soal Narkoba!

  • Bagikan
Chat Narkoba Teddy Minahasa

Ngelmu.co – Adriel selaku pengacara AKBP Doddy Prawiranegara dan juga Linda, membongkar isi chat Irjen Teddy Minahasa; terkait kasus narkoba.

Adriel menyatakan bahwa Teddy, telah menghapus bagian-bagian dari percakapannya dengan Linda.

Namun, pernyataan Teddy, ‘terkunci’, karena Linda membalas WhatsApp yang bersangkutan dengan fitur reply.

“Isinya begini, ‘Iki ono barang 5 Kg. Wes, golekno lawan [ini ada barang 5 kilogram. Sudah, carikan pembeli]’. Nah, itu.”

“Itu WhatsApp-nya Pak TM kepada Bu Linda untuk jadi, ketika Bu Linda nanya dia, WhatsApp, ‘Saya butuh uang untuk ke Brunei’, itu ‘kan awal-awal tuh…”

Demikian penjelasan Adriel kepada wartawan, Jumat, 18 November 2022, soal isi chat yang dihapus oleh Teddy.

“Ini maksudnya, disuruh cari buyer, karena posisi barang di Riau, itu chat WhatsApp-nya, asli,” beber Adriel.

“Itu semua chat-nya lengkap, tapi memang ada yang Pak TM hapus. Contohnya ‘delete message’ dan segala macam, ada,” ujar Adriel.

“Tapi jelas saya, ketika dihapus itu, untungnya klien saya, Linda ini pintar…”

“Jadi ketika delete message, sebelumnya, Bu Linda itu sudah reply. Kalau reply itu ‘kan [terlihat] ada reply-nya ‘kan,” kata Adriel.

Lebih lanjut, ia menilai pengakuan Teddy hanya ‘ngetes’ Doddy, mengada-ada; soal perintah mengganti sabu-sabu dengan tawas.

“Mengada-ada lah, jelas itu, jelas mengada-ada, karena saya lihat semua fakta di dalam BAP,” klaim Adriel.

“Itu ada di chat WhatsApp, memang bisa dibantah itu chat WhatsApp? Itu fakta!” sambungnya.

Baca Juga:

Sebelumnya, Hotman Paris selaku pengacara Teddy, menyebut pesan kliennya kepada Doddy–untuk mengganti barang bukti narkoba dengan tawas–cuma candaan.

“Semua orang sudah tahu bahwa Teddy itu suka bercanda. Makanya selalu dalam bentuk candaan, ya,” sebut Hotman Paris di Polda Metro Jaya.

“Itu biasa begitu, pimpinan mengetes anggota, dan ternyata tidak ada satu saksi pun mengatakan bahwa tawas itu diganti dengan narkoba,” imbuhnya.

Hotman juga mengeklaim, riwayat chat itu tidak akan memengaruhi proses pemusnahan barang bukti sabu-sabu yang berat totalnya 41,4 kilogram.

Ia mengatakan, kilogram sabu-sabu telah dimusnahkan di Polres Bukittinggi pada Juni 2022.

Adapun 5 kilogram sisa sabu-sabu yang sempat diminta agar ditukar dengan tawas oleh Teddy, menurut Hotman Paris, masih utuh dan ada di kejaksaan untuk bukti pengadilan.

  • Bagikan