Berita  

Menentang Jilbab, Aktivis BJP Yuva Morcha Coba Bakar Burkak

Jilbab BJP Yuva Morcha

Ngelmu.co – Mendukung pelarangan jilbab di India, sayap muda partai Hindu radikal; Bharatiya Janata Party (BJP) Yuva Morcha, terekam kamera saat tengah mencoba membakar burkak.

Meskipun mengutip Prabhat Khabar, pihak kepolisian disebut berhasil merampas burkak tersebut, dan menyelamatkannya dari upaya pembakaran.

Pihak BJP Yuva Morcha berupaya membakar jilbab saat berdemonstrasi menuju Universitas Muslim Aligarh di Uttar Pradesh.

Namun, aksi mereka tidak berlanjut, karena polisi telah melakukan penjagaan.

Massa Hindu radikal–dipimpin oleh Presiden Distrik Dharamvir Singh Lodhi–berupaya membakar burkak sebagai bentuk protes mereka.

Mereka juga terus meneriakkan semboyan nasionalis, ‘Bharat Mata ki Jai, Vande Mataram’, sembari mengibar-ngibarkan bendera India.

Dalam aksi tersebut, Singh Lodhi mengajukan memorandum kepada ACM.

Pihaknya meminta agar India, melarang penggunaan jilbab di lembaga pendidikan.

Beberapa pihak juga meneken memorandum pelarangan hijab tersebut. Salah satunya Wakil Presiden Distrik Pramendra Singh Guddu.

Sebelumnya, Dharma Samaj College of Aligarh, Uttar Pradesh, membuat aturan pelarangan jilbab; sebagaimana di Karnataka.

Semua pelajar harus mengenakan pakaian sesuai ketentuan kampus, karena jika tidak menaati aturan tersebut, maka mereka tidak boleh masuk.

Baca Juga:

Di sisi lain, pada 15 Februari 2022, Co-Founder Alt News Mohammed Zubair, mengunggah sebuah video di akun Twitter pribadinya, @zoo_bear.

Ia melengkapi unggahan itu dengan twit, “Lihat bagaimana ‘reporter’ mengikuti/mengejar anak sekolah berjilbab di Karnataka.”

Mengutip The Hindustan Gazette, peristiwa itu terjadi di sebuah sekolah di Shimoga.

Para siswi muslim pun terpaksa meninggalkan sekolah, karena mereka lebih memilih mempertahankan jilbab mereka.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Ngelmu.co (@ngelmuco)

Sebagai informasi, perintah pelarangan jilbab di ruang kelas mulai menyebar di Karnataka, sejak akhir Desember 2021.

Pengadilan tinggi dalam perintah sementara–sembari menunggu pertimbangan semua petisi–pekan lalu telah melarang semua siswa.

Mereka tidak boleh memakai safron, syal, jilbab, dan bendera agama apa pun di dalam kelas.

Para pengguna media sosial di berbagai belahan dunia masih terus membagikan video siswi, guru, dan para staf yang dipaksa untuk melepas hijab mereka sebelum memasuki gerbang sekolah ataupun kampus di Karnataka, India.

Ngelmu mendapati video yang merekam jelas nasib guru muslimah di salah satu sekolah di Mandya, Karnataka, India.

Langkahnya yang datang dengan mengenakan hijab dan masker, harus terhenti di gerbang sekolah.

Di saat anak yang ia gandeng boleh langsung masuk ke sekolah, wanita itu harus melepas hijab dan gamisnya terlebih dahulu.

Parahnya lagi, pelepasan itu berlangsung di gerbang sekolah. Maka otomatis siapa pun yang berada di sana, dapat melihatnya.

Baca Juga:

Ketidakadilan ini bukan hanya terjadi di Mandya, tetapi juga di Shimoga (Shivamogga), Karnataka, India.

Terdapat video yang merekam para siswi muslim menolak melepas hijab mereka, dan lebih memilih untuk pulang.

@ngelmuco Siswi, guru, dan para staf #muslim dipaksa melepas hijab mereka sebelum memasuki sekolah ataupun kampus. #Karnataka #India ♬ INDIA – SUNSET – Cavendish