Militer Myanmar Tahan Aung San Suu Kyi Hingga Presiden Win Myint

  • Bagikan
Militer Tahan Aung San Suu Kyi Win Myint

Ngelmu.co – Militer Myanmar menahan Aung San Suu Kyi, tokoh senior lain dari Partai Liga Demokrasi Nasional (NLD), hingga Presiden Win Myint, Senin (1/2) dini hari–waktu setempat.

“Kami mendengar Presiden (Win Myint) dan Penasihat Negara (Aung San Suu Kyi), telah ditahan di Naypyidaw,” kata Myo Nyunt.

“Kami mendengar mereka ditangkap oleh militer,” sambung Juru Bicara Liga Nasional untuk Demokrasi itu, mengutip AFP, Senin (1/2).

Lebih lanjut, Nyunt berasumsi, penahanan Aung San Suu Kyi dan Win Myint, berkaitan dengan upaya mengudeta dari militer Myanmar.

“Dengan situasi yang kami lihat, [situasi yang] terjadi saat ini, kami harus berasumsi bahwa militer melakukan kudeta,” tuturnya.

Penahanan ini terjadi, setelah gejolak dari militer meningkat selama sepekan.

Di mana juru bicaranya, pada Selasa (26/1) lalu, menolak untuk mengesampingkan kemungkinan kudeta.

Namun, pada Jumat (29/1), belasan perwakilan asing–termasuk Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa–mendesak militer Myanmar untuk menaati norma demokratis.

Sebelumnya, PBB juga menyatakan kekhawatiran tentang niat militer Myanmar–Tatmadaw–mengudeta pemerintahan sipil.

Melalui Juru Bicaranya, Stephane Dujarric, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, juga menyampaikan ‘rasa kekhawatiran yang besar’, terkait kisruh politik di Nyapyidaw.

“Ia mengajak semua pihak untuk menghentikan hasutan atau provokasi,” demikian pernyataannya secara tertulis.

“Dan sebaliknya, mendemonstrasikan kepemimpinan serta tunduk pada norma-norma demokratis, dan menghormati hasil Pemilu,” sambung keterangan tersebut.

Baca Juga: Dianggap Menindas Muslim Rohingya, Pemerintah London Cabut Gelar Kehormatan Suu Kyi

Sebagai informasi, hasil Pemilu menyatakan jika Partai NLD, memenangkan 346 kursi parlemen–lebih dari 50 persen total kursi [menang mutlak].

Pemilu yang berlangsung pada November 2020, menjadi yang kedua diselenggarakan, setelah hampir 50 tahun di bawah kekuasaan militer.

Tetapi militer, menuding ada sekitar 10 juta kasus pelanggaran secara nasional atas kemenangan mutlak Partai NLD.

Militer juga menuntut, penyelidikan terhadap Komisi Pemilihan [Union Election Commision (UEC)], serta menerbitkan daftar pemilih untuk verifikasi.

Seorang juru bicara militer mengatakan jika Tatmadaw, angkatan bersenjatan Myanmar, telah menemukan 8,6 juta penyimpangan Pemilu, di 314 wilayah.

Namun, UEC menyanggah adanya tudingan kecurangan, “Setiap suara dihitung secara transparan dan disaksikan oleh kandidat pemilu, staf pemilu, media, pemantau, dan organisasi masyarakat sipil lainnya.”

“Tidak mungkin ada penipuan pemilih, hanya karena kelemahan dalam daftar pemilih yang cacat dalam pemilu ini.”

Tetapi UEC, tidak mengelak soal adanya kejangalan dalam daftar pemilih. Pihaknya sedang melakukan penyelidikan terhadap 287 laporan yang masuk.

  • Bagikan
ngelmu.co