Pertemuan Forkopimda Langkat membahas peristiwa pembakaran Al-Qur'an

Ngeri, Sebanyak 20 Al-Qur’an Dibakar Orang tak Dikenal, Polisi Terus Kejar Pelaku

Diposting pada 560 views

Ngelmu.co, JAKARTA – Ditengah suasana duka akibat bencana alam, terjadi peristiwa pembakaran kitab suci Al-qur’an oleh orang tidak dikenal (OTK) di halaman belakang Masjid Nurul Huda Kelurahan Payamabar Kecamatan Stabat Kabupaten Langkat, Senin (24/12) lalu.

Sebagai informasi, pada Senin (24/12) telah terjadi pembakaran 20 mushaf Al-qur’an, dan 18 terbakar.Sedangkan dua lagi belum sempat terbakar. Peristiwa pembakaran Al-qur’an tersebut, di sekitar Masjid Nurul Huda Kelurahan Paya Mabar, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Mushaf Al-qur’an itu, yang sebelumnya dipergunakan untuk proses belajar di Taman Pembacaan Alquran.

Atas peristiwa itu, unsur Forkopimda setempat  melakukan rapat kordinasi lintas sektoral, terdiri dari Pemerintah Kabupaten Langkat, Polres Langkat, Dandim 0203/Langkat serta para ulama, tokoh agama/masyarakat dan organisasi Islam se Langkat, di Kantor MUI Kabupaten Langkat, Kamis (26/12).

Dalam pertemuan, Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu diwakili Asisten II Ekbangsos Drs H Hermansyah pada rapat tersebut. Kata Hermansyah, Bupati mengaku sangat mengecam keras tindakan dari pelaku, sebab dinilai perbuatanya tidak bermoral serta dapat menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Tindakan ini sangat melukai hati kaum Muslimin, serta mencoreng nilai persatuan dan kesatuan NKRI. Untuk ke depan mari kita bersama menjaga, agar peristiwa ini tidak terulang lagi,”katanya, dikutip dari Tribun Medan.

Bupati melalui Hermasyah mengimbau agar seluruh masyarakat Langkat bersikap tenang dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang merusakan ketentraman, serahkan dan percayakan sepenuhnya kasus ini kepada pihak Polri.

“Kita juga harus ikut membantu pihak yang berwajib. Bila di antara kita ada yang mendapatkan informasi baru terkait kasus ini, segera sampaikan kepada Polres Langkat, agar dapat ditindaklanjuti, agar dalang di balik kejadian tak terpuji ini cepat terungkap,”ujar dia.

Dia juga mengatakan Bupati memberikan 20 kitab suci Al-qur’an sebagai penggati atas Al-qur’an yang terbakar. “Pengganti agar para santri Pondok Taman Pendidikan Qur’an (TPQ) Mujahid Generasi Al-qur’antetap dapat belajar seperti sediakala,” ujarnya.

Menyikapi adanya oknum yang membakar kitab suci Alquran di halaman Masjid Nurul Huda, Bupati LangkatNgogesa Sitepu, beharap semua pihak mempercayakan penanganannya kepada aparat berwajib.

Sementara, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan petugas kepolisian masih menyelidiki siapa pelaku pembakaran mushaf Al-qur’an tersebut.

“Aparat kepolisian terus bekerja untuk mengungkap siapa pelaku yang membakar kitab suci Al-qur’an itu,” kata Irjen Pol Agus, usai pemaparan kasus pemalsuan surat Kepala Badan Pertanahan (BPN) Kota Medan di Mapolda Sumut, Rabu (26/12).

Ia mengaku merasa heran dengan peristiwa pembakaran Al-qur’an yang terjadi di Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.”Kita terus mencari pelaku pembakaran Al-qur’an tersebut,” ujar Irjen Pol Agus.

Ia meminta kepada seluruh warga masyarakat maupun ormas Islam agar dapat menjaga kondusifitas Daerah Langkat, dan tidak terjadi keributan, sehingga dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Selain itu, warga juga jangan sampai terpancing di air keruh, sehingga dapat mengganggu stabilitas keamanan di daerah tersebut.

Warga diharapkan agar memberikan informasi kepada petugas kepolisian mengenai pelaku pembakaran Al-qur’an.”Polisi telah memeriksa sejumlah saksi-saksi untuk mengetahui pelaku yang melanggar hukum itu,” kata Kapolda Sumut.