Pemimpin Gereja Filipina Terjerat Kasus Perdagangan Seks Anak di Bawah Umur

  • Bagikan
Pemimpin Gereja Filipina Kasus

Ngelmu.co – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menjerat pemimpin sebuah gereja berbasis di Filipina, Apollo Carreon Quiboloy, dengan berbagai kasus.

Mengutip Associated Press, Kamis (25/11/2021), salah satu kasus yang menyeretnya menjadi terdakwa adalah perdagangan seks anak di bawah umur [usia korban antara 12-25 tahun].

Departemen Kehakiman AS bergerak, lantaran Apollo, melakukan tindak kejahatan di negara mereka.

Apollo mempekerjakan para korban sebagai asisten pribadinya.

Ia tidak sendiri. Dua pengurus Gereja Kingdom of Jesus Christ (KOJC), juga terlibat.

Nama ketiganya disebut bersama sembilan orang lain, dalam dakwaan yang terbongkar ke publik pada Kamis (18/11/2021) waktu setempat.

Tersebut nama tiga pejabat Gereja KOJC–yang berbasis di Los Angeles–serta seorang pengurus gereja di Hawaii.

Apollo sendiri merupakan pria berusia 71 tahun yang menjabat sebagai Kepala Gereja KOJC [tempat ibadah yang didirikan sejak 1985].

Gereja tersebut mengeklaim, punya 6.000.000 jemaat yang tersebar di 200 negara.

Di Amerika Serikat sendiri, gereja itu berkantor pusat di area Van Nuys, Los Angeles.

Gereja tersebut juga merupakan bagian dari pihak yang mendukung pencalonan Rodrigo Duterte sebagai Presiden Filipina, 2016 lalu.

Duterte bahkan disebut sebagai teman dekat Apollo.

Duterte memang menggunakan radio serta program televisi gereja itu untuk menyampaikan pandangannya, ketika masih menjadi Wali Kota Davao.

Soal Gempa Besar

Apollo memang kontroversial. Ia pernah mengaku sebagai ‘anak Tuhan yang ditunjuk’.

Lalu, di tahun 2019, ia juga sempat mengeklaim bahwa gempa bumi besar yang mengguncang Filipina, berhenti di tangannya.

Menipu Dahulu, Bermewah-mewahan Kemudian

Apollo dan terdakwa lain mengantongi dugaan sebagai pembawa anggota gereja ke AS.

Mereka menggunakan visa pelajar yang didapat melalui penipuan alias pernikahan rekayasa.

Lalu, Apollo mempekerjakan para anggota gereja yang dibawa ke AS, untuk mendapatkan sumbangan.

Sumbangan yang kemudian diarahkan ke yayasan gereja yang berbasis di Glendale, Los Angeles.

Baca Juga:

Baca Juga:

Seharusnya, uang yang tersalur ke yayasan gereja ‘Children’s Joy Foundation USA’ itu bermanfaat untuk anak-anak miskin di Filipina.

Namun, jaksa federal AS, bilang, uang tersebut justru digunakan untuk membiaya operasi gereja, serta mendanai gaya hidup mewah Apollo [dan pengurus gereja lainnya].

Dokumen [yang diajukan FBI untuk dakwaan sebelumnya] juga mengungkap, setidaknya US$ 20 juta mengalir ke kantor pusat Gereja KOJC di Filipina (2014-2019).

Adapun tiga dari sembilan terdakwa dalam dakwaan AS itu sudah ditangkap pada Kamis (18/11/2021) waktu setempat.

Namun Apollo–yang punya kediaman di Hawaii, Las Vegas, dan pinggiran Los Angeles–disebut masih berada di kota Davao, Filipina; bersama dua terdakwa lain.

Mengutuk Para Penolak

Jaksa federal AS memang menjerat Apollo dengan berbagai dakwaan.

Mulai dari konspirasi, perdagangan seks anak, perdagangan seks dengan kekerasan, hingga penipuan dan pemaksaan.

Apollo dan tim juga melakukan penipuan pernikahan, pencucian uang, penyelundupan uang, serta penipuan visa.

“Para korban mempersiapkan makanan Apollo, membersihkan kediamannya.”

“Memberikan pijatan, dan [para korban] diminta berhubungan seks dengan Apollo, dalam apa yang disebut para pastoral [sebutan korban yang bekerja untuk Apollo] sebagai ‘tugas malam’.”

Demikian penjelasan dari pihak Departemen Kehakiman AS dalam keterangannya.

“Terdakwa Apollo dan pengurus Gereja KOJC lainnya, memaksa para pastoral [korban] melakukan ‘tugas malam’ [seks].”

“Dengan ancaman kekerasan fisik dan verbal, serta kutukan abadi dari Apollo.”

Lebih detail, jaksa federal AS, menyebut skema perdagangan seks ini sudah berlangsung lama.

Setidaknya 16 tahun, terhitung hingga tahun 2018.

  • Bagikan
ngelmu.co