Pengamat Soroti Partai yang Sibuk Rekomendasi Paslon Meski di DPRD Tak Punya Kursi

  • Bagikan
Ubedilah Badrun Kritik Partai Gelora

Ngelmu.co – Jika publik mempertanyakan kemampuan pemerintah menyelanggarakan Pilkada 2020 di tengah pandemi COVID-19–rencananya tetap akan digelar pada 9 Desember mendatang–Pengamat Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun, justru menilai adanya keanehan.

Ia, menyoroti partai politik yang belum pernah ikut Pemilu–jelas tak memiliki kursi–tetapi sibuk mengeluarkan surat rekomendasi kepada pasangan calon kepala daerah.

“Aneh, karena secara politik, tidak ada argumen yang menguatkan langkah tersebut,” kata Ubedilah, seperti dilansir RMOL, Kamis (17/9).

“Kecuali dipahami sebagai penumpang tak bertiket, yang ingin duduk di barisan VVIP ruang pesawat,” sambungnya.

“Ada kesan menumpang popularitas pasangan calon kepala daerah,” lanjutnya lagi.

Baca Juga: Gelora Dukung Anak dan Mantu Jokowi, Warganet ‘Serang’ Fahri

Secara konstitusional serta undang-undang, kata Ubedilah, tak ada dasar yang menguatkan partai tanpa kursi.

Terlebih partai baru yang belum pernah ikut Pemilu, memberi surat resmi dukungan kepada calon kepala daerah, serta melakukan lobi politik.

Sejauh ini, yang dimaksud Ubedilah adalah Partai Gelora, yang jelas belum pernah ikut Pemilu.

Tentu, partai itu pun tidak punya kursi di DPRD. Tetapi belakangan, nampak sibuk ‘melobi’, hingga menyuarakan dukungan.

“Kemungkinan, pola ini juga terjadi pada partai-partai lain yang tidak punya kursi di DPRD,” tutur Ubedilah.

“Pola ini perlu perhatian, karena memungkinkan munculnya dugaan mahar model baru, dengan menjual dukungan,” imbuhnya.

Maka Ubedilah pun berharap, KPU dan Bawaslu, bisa mencermati persoalan ini.

“Saya kira, KPU dan Bawaslu, perlu mencermati pola-pola ini,” ujarnya.

“Agar demokrasi, dalam konteks Pilkada, lebih berkualitas,” pungkas Ubedilah.

  • Bagikan
ngelmu.co