PKS: Tidak Ada Penghinaan Pidato Prabowo soal Boyolali

Diposting pada 118 views

 

PKS sebagai salah satu partai pengusung pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, menilai bahwa pidato Prabowo saat meresmikan Kantor Badan Pemenangan-nya di Boyolali, Jawa Tengah, sama sekali tidak ada unsur penghinaan.

Hal ini disampaikan Direktur Pencapresan PKS, Suhud Alynudin pada Ahad (4/11), sebagaimana dilansir laman Republika, co.id. Menurutnya, video yang tersebar viral di media sosial tersebut tidak menayangkan pidato secara keseluruhan.

“Harus dilihat secara utuh videonya dari awal hingga akhir. Apakah tampak Pak Prabowo betul melakukan apa yang dituduhkan itu?” kata Suhud.

Suhud mengingatkan bahwa dalam setiap melihat video yang viral, sebaiknya masyarakat tidak mudah melaporkan hal-hal dimana publik juga bisa melihat fakta di lapangan secara langsung.

“Hal semacam itu dikhawatirkan akan memunculkan kegaduhan di tengah masyarakat di saat-saat masa kampanye damai,” ujarnya.

Terkait pihak bernama Dakun yang mengaku warga Boyolali dan melaporkan Prabowo ke Polda Metro Jaya, Suhud yakin bahwa Prabowo adalah warga negara yang taat hukum dan tidak akan menghindar.

“Pak Prabowo taat hukum, sehingga selalu siap,” ucap Suhud.

Seperti diketahui, sebuah video yang menayangkan Prabowo Subianto saat berpidato dalam acara peresmian Kantor Badan Pemenangan Prabowo-Sandi pada Selasa (30/10), di Boyolali, Jawa Tengah, tersebar viral di media sosial. Dalam video itu, Prabowo mengatakan istilah “tampang orang Boyolali” di hadapan para hadirin.

Dalam keterangannya, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengatakan bahwa istilah tersebut tidak ada unsur menghina warga Boyolali. Justru Prabowo berusaha membela warga dari ketidakadilan, ketidakmapanan, dan ketidakmakmuran.

“Intinya itu, Pak Prabowo mau memperjuangkan masyarakat Boyolali. Namun, selalu ada saja pihak-pihak yang ingin ‘menggoreng’ hal itu untuk menjatuhkan citra Prabowo di tengah masyarakat,” ujar Andre.