PSI: Dulu Tolak Politik Dinasti, Kini Dukung Anak Jokowi

Ngelmu.co – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali menjadi sorotan, karena pernyataan serta sikapnya yang kerap tumpang-tindih, dari waktu ke waktu. Salah satunya tentang pandangan mereka soal politik dinasti.

Antara PSI dan Politik Dinasti

Diketahui, dalam rilis resmi PSI, pada 25 Juni 2015 lalu, Raja Juli Antoni sempat mengutarakan, jika partainya akan melawan segala bentuk politik dinasti.

“Inti dari demokrasi itu ‘kan memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat dari latar belakang apa pun.

Apakah dia dari kalangan elite atau rakyat biasa, supaya bisa berpartisipasi, baik sebagai pemilih maupun orang yang dipilih.

Dengan lahirnya politik dinasti itu, justru mengingkari makna demokrasi itu sendiri.

Saya kira, salah satu gerakan yang harus didorong sekuat mungkin oleh LSM dan parpol, mulai melihat manusia sebagai manusia.

Jadi manusia bukan dilihat dari hubungan biologis atau genetisnya. Jangan biarkan politik dinasti membunuh demokrasi.

Tidak ada alasan bagi kita tidak memerangi politik dinasti,” ujar Sekjen PSI kala itu, seperti dilansir Detik.

Bahkan, pria yang biasa disapa Toni itu, juga sempat bereaksi keras, saat MK mencabut pasal larangan politik dinasti, di UU Pilkada.

“Keputusan MK, mengikat iya, tapi kita harus mengkritik keras hakim MK, agar ke depan tidak hanya berpikir legal formal, tapi juga aspek substansialnya soal keadilan, moral politik,” tegasnya.

Baca Juga: Setelah Menantu dan Anak Presiden, Kini Anak Wapres Juga Maju Pilkada

Namun, empat tahun berlalu, kini PSI justru mengukuhkan diri, menjadi salah satu partai pendukung Gibran Rakabuming Raka, anak dari Presiden Joko Widodo, sebagai bakal calon Wali Kota Solo, 2020 mendatang.

Gambar: mojok.co

Bahkan, seperti dilansir Tirto, mereka telah menyiratkan dukungan untuk Gibran, sejak jauh-jauh hari.

Juli 2019 lalu, saat nama Gibran masih belum terlalu terdengar, Toni sudah lebih dulu menegaskan adanya dukungan itu.

Gibran atau Kaesang? PSI Tetap Dukung

Ia juga tak mempermasalahkan, soal Gibran pun adiknya, Kaesang, yang akan maju di Pilkada.

Menurutnya, kedua putra biologis Jokowi itu, sama-sama memiliki ruang sendiri, untuk politik Solo.

“Jadi, PSI pasti akan mendukung [Gibran atau Kaesang], di Solo. Kami punya kursi. Apabila nanti pada saatnya melalui mekanisme, kalau salah seorang itu maju, PSI pasti akan dukung,” tegas Toni.

Hingga pada September 2019 lalu, sinyal-sinyal dukungan itu semakin kuat saja.

Ketua DPD PSI Kota Surakarta, Antonius Yogo Prabowo, bahkan menyebut PSI siap melakukan pengumpulan KTP, jika Gibran memilih maju lewat jalur independen.

Namun, ia tetap membantah, jika partainya disebut mendukung politik dinasti.

Antonius bersikeras, mengklaim majunya Gibran tidak termasuk praktik tersebut.

“Bagi saya ini bukan aji mumpung, melainkan sebuah momentum,” pungkasnya, seperti dilansir Tempo.