Anwar Abbas

Respons Tokoh Muhammadiyah soal Ucapan Said Aqil

Diposting pada 708 views

Ngelmu.co – Tokoh Muhammadiyah, Anwar Abbas menanggapi pernyataan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj, yang menyebut jika imam masjid, khatib, KUA jika bukan dari Nahdlatul Ulama (NU), maka salah semua. Anwar menyesali pernyataan Said Aqil tersebut.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj, dalam sambutannya di Harlah ke-73 Muslimat NU menyebutkan bahwa peran imam masjid, khatib, KUA harus dari Nahdlatul Ulama (NU). Sebab, menurut Said Aqil, jika bukan dari NU, salah semua alias tidak melakukan dengan benar.

“Agar berperan di tengah-tengah masyarakat. Peran apa? Peran syuhudan diniyan, peran agama. Harus kita pegang. Imam masjid, khatib-khatib, KUA-KUA, Pak Menteri Agama, harus dari NU, kalau dipegang selain NU salah semua,” kata Said Aqil, dikutip dari Detik.

Anwar menyatakan bahwa penyataan tersebut bisa membahayakan persatuan umat dan tidak mencerminkan akal sehat. Oleh karena itu, Anwar menyesalkan ucapan Said Aqil pada Harlah ke-73 Muslimat NU.

“Saya sesalkan. Pernyataan ini jelas tidak mencerminkan akal sehat. Saya yakin pernyataan ini adalah pernyataan dan sikap pribadi dari Said Aqil Siradj dan bukanlah sikap dari NU,” jelas Anwar, Senin (28/1), dikutip dari CNNIndonesia.

Anwar mengatakan bahwa apa yang ia disampaikan ini murni merupakan pernyataan pribadinya. Anwar menegaskan pernyataannya tersebut bukan pernyataan dirinya sebagai salah satu Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah atau Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Anwar menegaskan jika pernyataan Said Aqil tersebut menyatakan atas nama Nahdlatul Ulama, maka akan membahayakan. Sebab, hal itu dapat mengancam persatuan dan kesatuan umat. Anwar meminta Said Aqil untuk menarik ucapannya agar tidak memantik keriuhan di kalangan umat.

Anwar menceritakan pengalamannya bersama tokoh NU, almarhum Slamet Effendi Yusuf saat membangun MUI. Slamet yang  saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PBNU bersama Anwar berkomitmen untuk menyatukan umat di MUI. Yaitu dengan cara menerapkan konsep keterwakilan ormas Islam di MUI. Kemudian, Anwar diusung menjadi Sekretaris Jenderal MUI dan Ketua Umum MUI, Ma’ruf Amin yang berasal dari NU.