Seniman Surabaya Gelar ‘Ruwatan Sengkolo’ untuk Risma yang Resmi Ngantor di Kemensos

  • Bagikan
Ruwatan Sengkolo Surabaya Risma Mensos
Seniman Surabaya, Meimura dan M Chengho Djadi Galajapo, berdoa saat performing art Ruwat Sengkolo di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (26/12/2020). Pertujukkan seni tersebut untuk mendoakan agar Kota Surabaya semakin jaya mulia, Tri Rismaharini dijauhkan dari mara bahaya, dan Kementerian Sosial semakin amanah untuk rakyat Indonesia. ANTARA FOTO/Moch Asim/pras.

Ngelmu.co – Dua seniman di Surabaya, Jawa Timur, Meimura dan M Chengho Djadi Galajapo, menggelar ritual ‘Ruwatan Sengkolo’, untuk Tri Rismaharini yang harus pindah ke Jakarta, setelah resmi berkantor di Kemensos, per tanggal 28 Desember ini.

Ruwatan Sengkolo Surabaya Risma Mensos

Keduanya melakukan ritual tersebut pada Sabtu (26/12) lalu, agar Risma, dapat amanah menjalankan tugasnya sebagai Menteri Sosial (Mensos).

“Ruwatan Sengkolo sebagai doa buat Bu Risma yang sekarang mempunyai tanggung jawab berat, sebagai Menteri Sosial.”

Demikian kata Meimura, mengutip Kumparan, Ahad (27/12) kemarin.

Lebih lanjut, ia, menjelaskan kegiatan ruwatan sengkolo yang berawal dengan mengelilingi area Balai Kota Surabaya.

Ritual itu berakhir di depan Balai Kota, tepatnya pada sisi yang menghadap patung Jenderal Besar Sudirman.

Keduanya memilih Balai Kota Surabaya, karena di tempat itu, selama 10 tahun, Risma, pernah mengabdi sebagai Wali Kota.

Baca Juga: ICW Sebut Rangkap Jabatan Risma Langgar 2 UU

Dalam kegiatan itu, Meimura yang mengenakan atribut khas Besut Rusmini, berjalan mengelilingi Balai Kota, sembari membawa ‘sesaji’.

“Iku sesajen-sesajenan, isine gedang simbol dungo sing kaucap nek tandang sing temenan, ojo pencitraan [itu hanya sesajen-sesajenan, isinya pisang sebagai simbol kalau kerja yang sungguhan, jangan pencitraan],” jelas Meimura.

”Ono kendi isi banyu, nangdi paranmu iso o nggawe lego, segere liyan [ada kendi isi air, di mana jalanmu nanti dapat membuat lapang bagi lainnya].”

“Lalu ada kelapa sebagai simbol hidup harus bermanfaat. Adapula dupa, bahwa hidup itu harus senantiasa menebar harum.”

“Ada juga bunga kenanga, menjauhkan dari sengkolo [mara bahaya],” ujar Meimura.

Sementara Djadi, mengiringi langkah Meimura, berkeliling Balai Kota.

Ia, memegang sapu ijuk yang merepresentasi ‘alat pembersih’ dari segala keburukan.

Menurut Meimura, tugas sebagai Mensos yang Risma emban, tidak ringan.

Terlebih jabatan itu sudah memakan banyak ‘korban’ dari yang menjabat terdahulu.

Di antaranya Idrus Marham [Kabinet Kerja], dan Julian P Batubara [Kabinet Indonesia Maju].

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap keduanya karena terjerat kasus korupsi.

Maka Meimura dan Djadi, berharap Risma dapat membawa perubahan yang baik.

“Mudah-mudahan Bu Risma, senantiasa dalam bimbingan dan perlindungan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” kata Meimura.

“Kemensos nemu kamulyaan (menemukan kemuliaan) setelah dipimpin Bu Risma,” lanjutnya, berharap.

Melalui ‘Ruwat Sengkolo’ itu juga, kata Meimura, warga Surabaya turut mendoakan, agar Risma, bisa amanah sebagai Mensos.

  • Bagikan
ngelmu.co