Berita  

Soal Kadrun: Gerindra Harap Arief Poyuono Minta Maaf, Netizen Menolak

Arief Poyuono PKI Kadrun

Ngelmu.co – Juru Bicara Partai Gerindra, Habiburokhman, berharap Wakil Ketua Umum partainya, Arief Poyuono, segera meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, terkait pernyataannya soal PKI dan Kadrun, di akun YouTube Kanal Anak Bangsa, Senin (15/6).

“Kita doakan semoga junior saya, si Arief Poyuono, menyadari kesalahannya dan minta maaf pada rakyat, sebelum hari Senin besok,” tulis @habiburokhman, di media sosial Twitter, Kamis (18/6).

“Saya khawatir dia jadi alat bagi konspirasi hati hitam yang mau adu domba Gerindra dengan rakyat,” sambung Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra itu.

“Selalu saya ingatkan kepada para junior, termasuk Arief Poyuono, bahwa kita besar karena rakyat, karenanya harus sensitif dan empati pada kondisi psikologis rakyat,” lanjutnya.

“Narasi kita arahkan ke persatuan bangsa, bukan buat perpecahan,” pungkas pria 45 tahun itu.

Namun, menanggapi hal ini, netizen—khususnya pengguna media sosial Twitter—justru menolak.

Sekalipun Poyuono, nantinya menyampaikan permohonan maaf, tak sedikit yang mengaku enggan memaafkan.

“Tiada maaf bagimu… titik,” tulis @tijabar, seperti dikutip Ngelmu, Jumat (19/6).

Cuitan itu mendapat balasan dari pengguna Twitter lainnya, yang juga mengaku enggan memaafkan, Poyuono.

@abdulmunajatya1: Engga ngaruh, gw ga bakal milih Gerindra, dan bakal ngajak temen, tetangga, sodara, kenalan, mantan, kalau masih di Gerindra, TINGGALIN.

@Moenyock538: Maap maap, lambemu bledos @gerindra! Kudunya kalau @prabowo yang ngakunya lebih TNI dibanding TNI, harusnya menembak mat* si PKI ini, bukan malah melihara dan ngasih job Waketum.

@AgustinaYurisa: Gue udah gak minat sama Gerindra.

@FatihGaleh: Tiada maaf bagi penista Islam dan pendukung komunis/PKI, titik.

@trio_raden: Yey… jadi kayak si nganu aja, ketularan ye bang @fadlizon @Gerindra @prabowo, jadi gak makin bermutu aje setelah masuk rezim.

@Ipanghambali76: Setuju, jangan kasih maaf.

@aqsanian: Tuman (kebiasaan) Gerindra, Shift+Del (hapus).

@AbdulhadiAlkat1: Enggak mau maafin partainya kalau dia enggak dipecat.

Baca Juga: Komentar soal Injil Bahasa Minang, Ade Armando Sebut Sumbar Terbelakang dan Kadrun

Sebelumnya, dalam sesi wawancara dengan akun YouTube Kanal Anak Bangsa, Poyuono, mengatakan jika isu PKI itu sengaja dibuat oleh Kadrun.

Kadrun—kadal gurun—merupakan istilah yang muncul di Pilpres 2019 lalu, hingga menjadi populer di media sosial.

Diketahui, istilah kadrun, digunakan untuk menyebut pihak, yang berseberangan dengan Jokowi, secara politik.

Sementara Poyuono, ketika dikonfirmasi soal imbauan dari Habiburokhman, ia justru menjawab dengan pertanyaan.

“Meminta maaf ke rakyat, dasarnya apa? Memangnya ‘kadrun’ pendukung Gerindra?” tuturnya, seperti dilansir CNN, Kamis (18/6).

Menurut Poyuono, ‘kadrun’ yang ia maksud adalah kelompok yang memainkan isu kebangkitan PKI, serta mendiskriditkan pemerintahan Joko Widodo.

“Saya bilang, tolong buktikan kebangkitan PKI, mengumbar isu bangkitnya PKI itu, sama saja menyudutkan Pak Jokowi, itu namanya kadrun,” ujarnya.

Indonesia itu, lanjut Poyuono, negara demokratis, di mana setiap orang berhak mengeluarkan pendapat, dan dijamin oleh konstitusi.

“Bicara PKI bangkit itu cuma hoaks dan ilusi, serta propaganda yang menipu, yang dibuat kadrun, dan tujuannya cuma mau mengacaukan negara,” tudingnya.

Lebih lanjut meski Poyuono, mengaku siap menjelaskan ke partai jika dipanggil oleh Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, ia tak mengindahkan imbauan Habiburokhman.

“Habiburokhman itu siapa?” pungkasnya.