Soal UAS, Singapura: Kami Tak Akan Biarkan Orang-Orang seperti Somad…

  • Bagikan
UAS Singapura Somad

Ngelmu.co – Menteri Dalam Negeri dan Hukum Singapura K Shanmugam, masih bicara soal Ustaz Abdul Somad (UAS).

Kali ini ia menekankan, pihaknya tidak akan membiarkan orang-orang seperti UAS, memiliki kesempatan untuk meraih pengikut di Negeri Singa.

Shanmugam menyampaikan pernyataan tersebut, satu pekan setelah pemerintah Singapura, tidak membolehkan UAS untuk masuk ke negara mereka.

“Kami tidak akan membiarkan orang-orang seperti Somad, mendapat kesempatan untuk ‘membangun’ pengikut lokal, atau terlibat dalam kegiatan yang mengancam keamanan dan keharmonisan komunal kami.”

Demikian penuturan Shanmugam, seperti Ngelmu kutip dari The Straits Times, Rabu (25/5/2022).

Ia juga menegaskan, “Posisi kami sangat sederhana. Orang seperti ini, kami tidak akan membiarkan mereka masuk.”

Lebih lanjut, Shanmugam meminta masyarakat Singapura, untuk berhati-hati menyikapi keterlibatan pengkhotbah dari luar negeri.

Begitu juga dengan ajaran, yang menurut Shanmugam, memecah belah.

“Gunakan penilaian Anda. Anda tahu apa yang menjadikan Singapura maju,” ujar Shanmugam.

“Anda tahu apa yang baik untuk diri Anda dan komunitas,” sambungnya.

“Semua orang bebas untuk melangsungkan ibadah mereka di sini,” imbuhnya lagi.

“Tiap orang bebas percaya atau tidak percaya Tuhan, atau memercayai Tuhan mana pun yang mereka mau,” kata Shanmugam.

“Namun, kita tidak perlu melewati batas dan menyerang orang lain,” sebutnya melanjutkan.

Shanmugam juga bilang, banyak penceramah seperti UAS, di berbagai belahan dunia.

Orang-orang macam itulah yang menurutnya, biasanya menyerang agama lain.

“Ini bukan kasus yang unik dalam komunitas tertentu,” ucap Shanmugam.

“Jika kalian melihat penceramah dari Indonesia, mereka menyerang Kristen, mereka menyerang non-muslim,” sebutnya.

“Namun, jika Anda menonton video dari beberapa pengkhotbah Barat, mereka menyerang muslim secara tidak masuk akal,” imbuhnya lagi.

“Mereka mengatakan segala macam hal yang tidak terkatakan tentang Islam dan Qur’an,” kata Shanmugam.

Ia juga mengunggah video siaran pers terkait; di akun Instagram, @kshanmugam_:

 

View this post on Instagram

 

A post shared by K Shanmugam (@kshanmugam_)

Baca Juga:

Seperti diketahui, pada Senin (16/5/2022) lalu, pemerintah Singapura melarang UAS, masuk ke negara mereka.

Pemerintah menolak UAS, karena menganggap yang bersangkutan menyebarkan ajaran ekstremis dan juga memecah belah.

Menurut Singapura, hal seperti itu tidak dapat diterima di negaranya yang multiagama.

  • Bagikan