Syekh Nashif Palestina: Pemimpin Harapan akan Lahir di Indonesia

Diposting pada 36 views

Ngelmu.co, MAGELANG – Harapan akan lahirnya pemimpin-pemimpin yang membawa perdamaian dunia lewat Islam semakin dinanti, ditengah konflik di banyak negara terutama di timur tengah. Para pakar terus menganalisa bahwa Indonesia adalah negara harapan lahirnya pemimpin muslim yang kuat.

Tidak ketinggalan seorang Syekh dari Palestina Pakar Kajian Tematik Kekinian Al-Quran, Syekh Nashif Nasir Ahmad Abdullah mengatakan Indonesia akan melahirkan pemimpin besar harapan ummat. Hal ini disampaikannya dalam agenda roadshow yang diadakan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Jawa Tengah.

“Saya melihat Indonesia adalah negara harapan, banyak potensi kebaikan dari ummat islam. Sehingga harusnya wajar jika Indonesia bisa memiliki pemimpin muslim yang kuat. Yang suatu hari turut membebaskan Al-Aqsho dari penjajahan. Apalagi generasi muda seperti kalian, saya melihat harapan dari wajah dan mata kalian,” ungkap Syekh Nashif ditengah ratusan audiens di Pondok Pesantren Ihsanul Fikri Magelang, Ahad (1/4/2018).

Sementara itu, Ketua KNRP Jateng Ahmad Dzakirin mengatakan sengaja mengundang Syekh Palestina dalam rangka membangun kesadaran masyarakat mengenai kondisi Palestina, dan mendorong masyarakat Indonesia membantu Palestina.

“Syekh keliling ke beberapa wilayah di Indonesia, kalau di Jawa Tengah kita agendakan ke Solo, Klaten dan Magelang selama 2 hari. Beliau menjelaskan mulai dari keutamaan Al Aqsha yang diberkahi, negerinya para nabi dan rasul. Hingga kondisi aktual Al-Aqsha, warga palestina menuntut kembali ‘haqul audah’ berkumpul di perbatasan, 12 terbunuh, puluhan luka-luka dan mendirikan tenda-tenda di perbatasan,” terang Dzakirin.

Dalam agenda lawatannya ke Jateng, KNRP mengumpulkan donasi sebesar 45 juta Rupiah dan beberapa perhiasan serta HP Android.

Untuk diketahui, Syekh Nashif Nasir Ahmad Abdullah adalah ulama Palestina yang dilahirkan di Palestina tahun 1952. Beliau adalah alumni Universitas Islamiyah, Madinah Munawarah. Pernah menjadi jurnalis. Sebagai ulama spesialis sejarah dan syariah beliau pernah membuat proyek penelitian soal Qolaid Quraniyah atau Kajian Tematik Kekinian AlQuran.