Unggahan Instagram Puan Masih Penuh dengan ‘Interupsi’

  • Bagikan
Warganet Interupsi Ketua DPR RI Puan Maharani
Foto: Instagram/puanmaharaniri

Ngelmu.co – Unggahan Ketua DPR RI Puan Maharani di akun Instagram resminya, masih penuh dengan komentar berbunyi ‘interupsi’.

Meskipun penyebabnya terjadi beberapa hari lalu, yakni Senin, 8 November 2021.

Media sosial ramai membicarakan Puan, lantaran ia mengabaikan interupsi legislator di Rapat Paripurna DPR RI ke-9 tahun sidang 2021-2022.

Sejak itu–sampai berita ini ditulis–empat unggahan teranyar Puan di Instagram pun ramai dengan ‘interupsi’.

Seperti pada foto Puan bersama Andika Perkasa yang terunggah.

“Saya berharap calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, dapat bekerja maksimal selama masa kerjanya,” demikian kutipan takarir yang Puan tulis.

Pemilik akun @kabayan__22, pun berkomentar, “Interupsi ketuaaaa.”

“Interupsi ketua… Ketua… Ketua mau interupsi… Oh, Tuhan… Suara dewan saja tak digubris ketua… Apalagi suara rakyat,” kata @garudasetya.reborn.

“Peningkatan, lo. Sekarang enggak matiin mic nggih, Buuu👏,” sahut @untoroags.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Puan Maharani (@puanmaharaniri)

‘Interupsi’ warganet pun berlanjut ke kolom komentar unggahan Puan yang berikutnya.

“Hari ini kita mengingat para pahlawan yang sudah mengorbankan diri mereka, agar kita bisa hidup merdeka,” kata Puan.

Namun, lagi-lagi netizen mengomentari unggahannya itu dengan, “Interupsi mohon didengar, Bu,” tutur @elgaramona_.

“Coba mau komen ah, dibales apa kagak? Oh, gak bakal dibales, yah, intrupsi aja gak digubris 😂,” tawa @rynslurrrr.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Puan Maharani (@puanmaharaniri)

Pada unggahan berikutnya–saat Puan berterima kasih kepada para pahlawan yang telah mengabdikan hidupnya untuk Indonesia–warganet juga mencoba ‘interupsi’.

“Intrupsi 99x,” tulis @almanazizii, singkat.

“Interupsi pas rapat aja gak didenger, apalagi suara rakyat,” timpal @adindanrauliarzki_.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Puan Maharani (@puanmaharaniri)

Baca Juga:

Bahkan, potret teranyar Puan yang terunggah di akun Instagram-nya pada Kamis (11/11) malam, juga masih penuh dengan ‘interupsi’.

Di unggahannya itu, Puan bercerita soal kunjungannya ke SDN 1 Godean, Sleman, DIY.

Ia, hendak memantau pembelajaran tatap muka (PTM) di lingkungan sekolah.

“Tidak hanya memastikan kegiatan pembelajaran berjalan dengan baik, saya juga menyempatkan untuk mengajar tentang sejarah perjuangan para pahlawan kemerdekaan Indonesia,” akuan Puan.

“Di akhir kunjungan, saya berpesan kepada anak-anak untuk meneladani semangat para pahlawan,” imbuhnya.

“Walaupun dengan segala keterbatasan, mereka tetap giat untuk belajar demi kemajuan bangsa,” sambungnya lagi.

Menurut Puan, saat ini kesempatan yang Indonesia punya sudah lebih baik. “Jadi harus lebih giat untuk belajar.”

Namun, bagaimanapun bunyi takarir unggahan Puan, warganet tetap mencoba melayangkan interupsi,lewat kolom komentar.

“Interupsi!,” ujar @iroelzz.

“Interupsi interupsii tok ketoookkk😂😂😂,” tawa @02derby.

Lebih lanjut, pengguna Instagram @jatentechno, pun menimpali. “Interupsi! Ceritakan juga tentang sejarah Omnibus Law Cipta Kerja.”

“Ceritakan juga pahitnya jadi buruh dikontrak semua, ceritakan proses sejarah terbentuknya orang miskin di Indonesia,” lanjut warganet tersebut.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Puan Maharani (@puanmaharaniri)

Sedikit mengulas, saat Rapat Paripurna DPR RI ke-9 tahun sidang 2021-2022, Puan mengabaikan interupsi legislator.

Ia tetap melanjutkan kalimat penutup sidang hingga tuntas, meski anggota DPR RI F-PKS Fahmi Alaydroes, terdengar bicara.

“Interupsi… Pimpinan, interupsi pimpinan. Saya minta waktu pimpinan, interupsi, pimpinan, saya minta waktu.”

“Pimpinan, mohon maaf, saya minta waktu. Pimpinan, saya A432, pimpinan…”

Demikian tutur Fahmi dalam sidang, yang tetap tak mendapat kesempatan bicara, hingga Puan mengetuk palu.

Peristiwa tersebut pun langsung viral, dan masih menjadi bahan perbincangan masyarakat luas.

  • Bagikan