Viral Video ‘Promosi’ Rokok Sehat Tentrem, Begini Penjelasan Ngabalin

  • Bagikan
Ngabalin Rokok Sehat Tentrem

Ngelmu.co – Tenaga ahli Kantor Staf Presiden (KSP) RI, Ali Mochtar Ngabalin, memberikan penjelasan soal video lamanya yang kembali viral.

Di mana dalam video yang durasinya tidak sampai satu menit itu, Ngabalin tengah mempromosikan Rokok Sehat Tentrem.

“Rokok Sehat Tentrem untuk Indonesia Raya. Ente baca, dong, di sini,” tuturnya di awal video, sembari menunjukkan produk.

“Ini racikan anak negeri dari Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Jombang,” sambung Ngabalin, sebelum menghisap rokok yang berada di tangannya.

“Bang Ali baru rasa, ternyata… enak,” imbuhnya, tersenyum. “Sekali-sekali kita datang ke pondok, ya. Enak banget rokoknya.”

“Jangan ke mana-mana… Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Jombang, racikan anak negeri.”

“Top markotop. Sehat Tentrem untuk Indonesia Raya…” tutup Ngabalin dengan salam.

Mengapa viral?

Mengingat publik memang tengah menyoroti Ponpes Majma’al Bahrain Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang, Jawa Timur (Jatim).

Akibat kasus pencabulan terhadap sejumlah santriwati yang dilakukan oleh Moch Subchi Azal Tsani (Bechi), mencuat ke permukaan.

Bechi adalah anak dari pengasuh Ponpes Shiddiqiyyah, yakni KH M Mukhtar Mukthi (Kiai Tar).

Itu mengapa, akhirnya Ngabalin, buka suara.

Menurutnya, video lama itu dibuat atas permintaan seseorang yang Ngabalin sendiri bahkan sudah tidak ingat siapanya.

Orang tersebut meminta Ngabalin untuk mencoba Rokok Sehat Tentrem buatan pabrik milik Bechi.

“Ini video lama, tiga tahun lalu. Saya tidak tahu siapa-siapa yang ada di situ,” kata Ngabalin.

“Cuma [tahu] namanya pesantren, ada satu pesantren bisa membuat semacam home industry, membuat rokok,” sambungnya.

Lebih lanjut, Ngabalin juga mengaku tidak kenal dengan Bechi, ataupun pengurus Ponpes Shiddiqiyyah lainnya.

Ia juga belum pernah datang ke sana. “Tidak ada satu orang pun yang saya kenal di sana,” tegas Ngabalin.

Baca informasi selengkapnya mengenai kasus Bechi, di sini dan juga artikel ini

  • Bagikan