Wow, Tarif Tol di Indonesia Ternyata Jadi yang Termahal di Asia Tenggara

Ngelmu.co, JAKARTA – Tarif jalan tol Indonesia ternyata menjadi yang termahal di Asia Tenggara. Adalah anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhendra Ratu Prawiranegara yang menyebut hal itu.

Dia mengatakan tarif tol di Indonesia merupakan tarif tol termahal di Asia Tenggara. Juru bicara BPN Prabowo-Sandi ini merincikan, rata-rata tarif tol di Indonesia berkisar Rp1.300 hingga Rp1.500/km. Sementara di negara-negara tetangga, seperti Singapura Rp778/km, Malaysia Rp492/km, Thailand dalam kisaran Rp440/km, Vietnam dalam kisaran Rp1.200/km, dan Filipina Rp1.050/km.

Atas kondisi itu, Suhendra menyebut proyek infrastruktur jalan tol trans Jawa oleh pemerintahan Jokowi dinilai  tidak memberikan efek positif, utamanya bagi ekonomi rakyat. Salah satunya tarif tol trans Jawa yang terlampau mahal, yang sudah dirasakan para pengusaha logistik.

Para pengusaha tersebut, mengeluhkan sehingga angkutan truk pembawa logistik kini telah berpindah kembali menggunakan jalan nasional.

Suhendra menilai, tarif tol trans Jawa bisa mencapai Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta. Ini tentu membuat para pengusaha logistik menjerit.

“Mereka sudah lakukan protes kepada pemerintah. Pemerintah melalui kementerian yang berwenang berupaya merevisi besaran tarif. Ini bukti pemerintah mengakui tarif tol trans Jawa kemahalan,”jelasnya, seperti dikutip dari CNBC Indonesia pada Jumat (8/2/2019).

“Dengan merujuk fakta dan angka diatas, bukan hal yang aneh jika para pengguna jalan tol di Indonesia protes atas tarif tol yang mahal,” imbuhnya lagi.

Selain itu, Suhendra juga mengatakan pembangunan tol trans Jawa sudah barang tentu mengakuisisi lahan-lahan produktif pertanian dan perkebunan, baik milik perorangan atau milik korporasi, bahkan ada juga lahan produktif milik BUMN. Suhendra mengatakan jika yang terkena adalah lahan produktif pertanian atau sawah, akan berdampak pada produksi padi di daerah setempat.

Dampak lain yang dirasakan, kata dia lagi, pembangunan tol trans Jawa juga mulai dirasakan UMKM di wilayah pantura Jawa. Sejumlah UMKM di kota-kota sepanjang jalur pantura perlahan-lahan mati suri.

Dia mengatakan saat mendengar testimoni dari para pengusaha batik di Pekalongan, sudah banyak mengeluh karena omset menurun sejak tol trans Jawa beroperasi tersambung. “Keluhan semacam ini merupakan koreksi dan kritik atas kebijakan pemerintah dalam mengunggulkan infrastruktur khususnya jalan tol,” pungkas dia.