Bela UAS, Warganet Ramai-Ramai ‘Datangi’ Akun Medsos Singapura

  • Bagikan
UAS Singapura

Ngelmu.co – Belum adanya klarifikasi dari pihak Singapura, membuat publik terus menyuarakan pembelaannya terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS).

Sebagaimana kabar yang beredar, UAS–bersama istri, anak, dan keluarga sahabatnya–dideportasi dari Singapura, pada Senin (16/5/2022).

Maka melalui Twitter dan Instagram, warganet ramai-ramai ‘mendatangi’ akun media sosial Singapura.

Di antaranya, akun Twitter @govsingapore, serta akun Instagram @sg.embassy.jakarta dan @suryo.pratomo.

Ustaz Hilmi Firdausi, menjadi salah satu pihak yang menunggu klarifikasi dari pemerintah Singapura.

Melalui akun Twitter pribadi, @Hilmi28, ia mengunggah empat screenshot percakapan WhatsApp-nya dengan UAS.

Lalu, Ustaz Hilmi bilang, “Klarifikasi lengkap dideportasinya guru kita, UAS, dari Singapura. Langsung dari UAS.”

“Tolong @govsingapore, beri klarifikasi, kenapa semua ini terjadi. Terima kasih untuk perhatian Anda 🙏.”

Namun, hingga Ngelmu, meramu berita ini, akun tersebut belum membalas twit Ustaz Hilmi.

Suara Warganet

Di sisi lain, warganet pun terus bersuara–dengan cara membalas cuitan terakhir dari akun tersebut. Berikut di antaranya:

@R0bi_Hood: Hello min @govsingapore, bisa jelasin soalan UAS, gak?

Kenapa beliau kalian usir? Ada masalah apa rupanya kalian sama gurunda kami? Jawab!

@adindundendon: Shame on you. I stand with UAS.

@julaisman: Saya enggak akan pernah berkunjung ke Singapura, lagi. Camkan kata-kata saya!

@iam_rahmatt: Halo @govsingapore, ingat, Anda yang memulai ini.

@mawardinurullah: Mengapa Anda memperlakukan tokoh intelektual muslim Indonesia, seperti teroris?

Tanpa ada bukti penjelasan, ternyata Singapura adalah negara maju dengan tingkat pemikiran yang rendah.

Baca Juga:

Sementara di kolom komentar unggahan terakhir akun Instagram @sg.embassy.jakarta, warganet bersuara:

@rizkarantini: Menunggu klarifikasi Anda.

@yanifahfashion: Menunggu klarifikasi Anda. Jangan bepergian ke Singapura!

@likesdaylikes: Saya mendengar banyak cerita tentang deportasi semacam ini.

Biasanya itu terjadi pada orang-orang dengan nama Islami atau Melayu. Apakah itu benar?

Di sisi lain, akun Instagram resmi milik Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, itu memang membatasi kolom komentar mereka.

Warganet juga ramai-ramai ‘mendatangi’ akun Instagram milik Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Singapura Suryo Pratomo:

@khayubi: Tolong klarifikasinya, Pak Dubes.

@julkiflisinuhaji: Selamat siang, Pak. Saya mengirim pertanyaan di DM, terkait keterangan dari Dubes RI soal deportasi UAS. Terima kasih.

@blackscorpionesbeautiful: Kami minta penjelasan, kenapa Ustaz Abdul Somad, dideportasi dari Singapura?

@arifsetiawan518: Karena Instagram @kbrisingapura, tutup komentar. Semuanya ke sini, Pak.

Monggo, Pak, mungkin bisa diberi penjelasan yang lebih mencerahkan, daripada berlarut-larut…

@caturyuwono51: Tolong jelaskan, kenapa guru kami, Ustaz Abdul Somad, dideportasi dari Singapura?

Apa salah beliau? Beliau cuman mau holiday, dan semua data beliau lengkap.

@miftah20203: Rakyat Indonesia meminta hak jawab atas perlakuan [terhadap] guru kami, Ustaz Abdul Somad.

Jadilah gentleman, jangan jadi pengecut. [Kami] Cuma minta konfirmasi dari kalian.

@dudinurholis: Pak @suryo.pratomo, tolong diklarifikasi ke otoritas Singapura. Sebagai Dubes, bapak harus melindungi rakyat RI.

Sebagai informasi, akun Instagram resmi milik Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, @kbrisingapura, memang menutup kolom komentar mereka.

Kata Dubes Suryo

Menurut Suryo, sendiri, UAS tidak dideportasi. “Tetapi tidak mendapatkan izin masuk ke Singapura.”

“Sehingga diminta untuk kembali,” demikian tuturnya melalui pesan teks, Selasa (17/5/2022).

Meski demikian, Suryo juga tidak menjelaskan, mengapa UAS, tidak boleh masuk ke Singapura.

“Kalau alasannya yang tepat, mungkin ditanyakan kepada Kedubes Singapura di Jakarta,” ujarnya.

“Karena mereka yang lebih berhak menjelaskan alasannnya,” sambung Suryo.

Lebih lanjut, ia mengaku telah mendapat informasi dari Immigration and Checkpoints Authority (ICA) atau otoritas Keimigrasian Singapura.

Menurut Suryo, pemerintah Singapura menetapkan UAS, sebagai pihak Not to Land (NTL).

Status itu yang menyebabkan imgrasi setempat, melarang UAS, masuk ke Singapura; setibanya dari Batam.

“ICA hanya menjelaskan, pihaknya menetapkan not to land, ketika UAS, tiba dari Batam,” kata Suryo.

“Karena ditetapkan NTL, diminta untuk kembali Ke Batam. Rombonganya bertujuh,” imbuhnya.

“Informasi yang saya dapatkan dari ICA, UAS tidak diizinkan untuk masuk Singapura, karena tidak memenuhi kriteria warga asing berkunjung ke Singapura.”

“Jadi, tidak dideportasi, karena beliau belum masuk Singapura,” pungkas Suryo.

Sebelumnya, UAS dan keluarga, tiba di Batam pada Senin (16/5/2022), pukul 10.10 WIB.

Lalu, pada pukul 13.30 WIB, mereka sampai di Pelabuhan Tanah Merah, Singapura.

Sang istri, Ustazah Fatimah–beserta keluarga sahabat UAS–telah lebih dahulu selesai menjalani proses imigrasi.

Mereka duduk di depan tempat pengambilan bagasi, sembari menunggu UAS; yang masih dalam proses keimigrasian di Pelabuhan Tanah Merah.

Namun, pukul 18.10 waktu Singapura, UAS harus kembali meninggalkan Pelabuhan Tanah Merah, menuju Pelabuhan Batam Center.

Simak penjelasan lengkap dari UAS, di sini:

@ngelmuco #Singapura mendeportasi #UstadzAbdulSomad atau yang akrab disapa #UAS , pada Senin (16/5/2022).”Info bahwa saya dideportasi dari #imigrasi S ♬ Astaghfirullah (Robbal Baroya) – Islamic Qasidah

  • Bagikan