Dakwah dan Ajarkan Qur’an di Rumah, Ulama Wanita di Arab Saudi Ditangkap

  • Bagikan
Aisha Al Muhajiri Saudi Arabia

Ngelmu.co – Berdakwah dan mengajarkan Al-Qur’an di kediamannya, seorang ulama wanita di Mekkah, Arab Saudi, Aisha Al Muhajiri, ditangkap oleh 20 anggota intelijen setempat.

Prisoners of Conscience–yang melaporkan penangkapan serta penindasan pemerintah Arab Saudi terhadap aktivis–pun buka suara.

Pihaknya mengungkapkan, jika Aisha, ditangkap bersama tokoh masyarakat dan dua wanita lainnya.

“Satu dari dua wanita itu berusia 80 tahun,” demikian keterangan Prisoners of Conscience, mengutip Middle East Monitor, Senin (15/2) kemarin.

“Sementara keluarga wanita lainnya, menolak untuk mengungkapkan informasi apa pun,” sambung pernyataan tersebut.

Setelah penangkapan, siapa pun yang menanyakan penahanan atau dakwaan juga akan ditangkap. Sekalipun itu anak-anak Aisha.

“Kami mengonfirmasi, bahwa anak-anak Aisha Al Muhajiri, diancam dengan penahanan,” ungkap Prisoners of Conscience.

Prisoners of Conscience juga mengungkapkan, bahwa Aisha, ditahan di penjara Dhahban–dekat pesisir Kota Jeddah.

Selain Aisha, sejumlah aktivis, ulama, dan mereka yang mengkritik rezim Kerajaan Saudi juga sudah diamankan–dalam beberapa tahun terakhir.

Bahkan, ulama yang sangat dihormati, juga pernah ditahan hanya karena mengomentari urusan kebijakan pemerintah.

Adapun mereka yang pernah ditangkap, antara lain:

  • Aid Al-Qarani,
  • Ali Al-Omari,
  • Omar a-Muqbil, hingga
  • Salman al-Ouda.

Banyak di antara mereka yang dikenal sebagai tokoh reformasi. Maka itu dianggap sebagai ancaman, bagi penguasa Arab Saudi Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Tindakan keras ini merupakan upaya mengekang pengaruh tokoh-tokoh Muslim di ruang publik.

Sementara para kritikus, menjadikan inisiatif dan usaha keras MBS–memodernisasi Kerajaan–sebagai sasaran khusus.

Baca Juga: Arab Saudi Tak Lagi Larang Warganya Merayakan Hari Valentine

Kembali ke tindakan keras, para sarjana asing juga tidak lolos dari hal tersebut.

Salah satunya minoritas Muslim Uighur, Aimidouka Waili yang dianiaya di Cina–justru ditangkap oleh otoritas Arab Saudi pada November 2020, atas permintaan Tiongkok.

Sebelumnya, ditahan di Cina, Waili juga sempat melarikan diri ke Turki, dan kini, setelah penangkapan di Arab Saudi, ia terancam dideportasi ke Cina.

  • Bagikan
ngelmu.co