Berita  

Deduktif Indonesia Ungkap Deretan Artis yang Muncul di Iklan Judi Online

Artis Iklan Judi Online

Ngelmu.co – Maret 2023 ini pihak kepolisian menangkap dua selebgram kembar–berusia 24 tahun–yang terbukti ikut mempromosikan situs rumah judi online.

Polisi menangkap keduanya, yakni Ria Shinta Lukman dan Mega Shinta Lukman, di indekos mereka yang berada di Kota Bukittinggi, Sumatra Barat.

Secara terpisah, Deduktif Indonesia (deduktif.id), membagikan hasil investigasi mereka yang mengungkap terlibatnya sejumlah artis Tanah Air dalam iklan judi online.

Pada Mei 2017, Nikita Mirzani mempromosikan situs judi online, Jaya Bet, melalui unggahan di akun Instagram-nya.

Nikita melengkapi unggahannya tersebut dengan takarir yang mencantumkan pilihan permainan dari Jaya Bet.

Selain Nikita, Amanda Manopo, Chelsea Veronnia–sepupu Rachel Venya–dan Sheila Marcia, juga mempromosikan Jaya Bet; lewat akun Instagram masing-masing.

Dengan selang waktu sekitar satu bulan dari unggahan Nikita.

Akibat unggahannya, Nikita pun dilaporkan ke polisi; sementara Amanda, Chelsea, dan Sheila, beruntung.

Ketiganya tidak sampai dilaporkan, tapi mereka kemudian menghapus unggahan terkait.

Makin memprihatinkan, karena promosi situs rumah judi online yang dilakukan oleh para artis ini bukan cuma lewat Instagram.

Mereka juga memanfaatkan YouTube untuk mengiklankan, seperti Dewi Persik yang mempromosikan situs M11 Slot.

Begitu juga dengan unggahan YouTube Short Hoki Slot yang merekam Denny Cagur saat mempromosikan Agen 138.

Bahkan, Ari Lasso dan Boy William juga mempromosikan Agen 138.

Jika mengintip sumber video dari WymBet dan Facebook MpoHoki88, Jessica Iskandar dan Sule juga pernah mempromosikan rumah judi online.

Saat bicara, para artis itu mengganti frasa judi online dengan game online.

Mereka juga mengulang-ulang kalimat ‘game online ini sudah mempunyai lisensi dan terakreditasi’.

Pertanyaannya, lisensi dari siapa? Akreditasi macam apa? Tidak jelas!

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Ngelmu.co (@ngelmuco)

Namun, bayaran mereka pasti berpuluh kali lipat dari yang diterima Arman.

Siapa Arman?

Arman–bukan nama sebenarnya–adalah pria 24 tahun yang berdomisili di Semarang, Jawa Tengah.

Ia terperanjat, saat ditawari endorsement yang nilainya delapan kali lipat dari yang biasa ia terima.

Tawaran itu datang dari rumah judi online.

Jika biasanya Arman menerima bayaran Rp1.000.000 untuk tiap postingan, rumah judi online membayarnya Rp8.000.000.

Pengikut Arman di Instagram, 300 ribuan. Ia rutin mengunggah konten seputar e-sport.

Mulai dari panduan mekanik untuk hero dalam permainan MOBA [Multiplayer Online Battle Arena], tips dan trik, hingga trivia tim esport yang berkompetisi di liga lokal.

Selain itu, Arman juga streamer yang kontennya diunggah di YouTube.

Berbagai endorsement yang sebelumnya pernah ia ambil adalah gerai top-up gim daring dan produk digital, brand pakaian, minuman kemasan saset, hingga dagangan teman.

Kala itu, rumah judi online meminta Arman untuk mempromosikan permainan slot di situs mereka.

Rinciannya, Rp8.000.000 untuk satu postingan di feed dengan format bebas [foto atau video pendek].

Namun, mesti membubuhkan logo, dan kopian ringkas promo yang ditawarkan.

Arman yang meminta pendapat temannya–sesama selebgram–disarankan untuk menerima tawaran.

Setelah konten endorsement diunggah, beberapa temannya menghubungi.

Ada yang berseloroh ‘nilainya pasti besar’, ada yang bertanya ‘kenapa mau’, dan ada juga yang memuji ‘nyali besarnya’.

Setelah dua pekan, Arman menghapus unggahan endorsement dari rumah judi online.

Sebab, kerja samanya memang hanya untuk jangka waktu dua pekan. Sejak saat itulah, Arman mengaku kapok.

“Risikonya enggak main-main. Bisa dipenjara saya. Yang aman-aman saja, deh.”

Arman makin takut, setelah polisi menangkap salah satu selebgram wanita yang ia kenal pada Agustus 2022.

Ia adalah Risa Musfita yang mempromosikan Naga 303.

Risa terjerat Pasal 45 Ayat (2) juncto Pasal 27 Ayat (2) UU ITE tentang penyebaran akses informasi perjudian di media elektronik.

Ia juga terjerat Pasal 303 Ayat (1) KUHP tentang kesengajaan memberikan kesempatan perjudian atau turut serta dalam perusahaan perjudian.

Di mana ancaman pidananya adalah maksimal 10 tahun penjara atau denda maksimal Rp1 miliar.

Baca juga:

Pada Juli 2022, The Global Initiative Against Transnational Organized Crime merilis laporan investigasi.

“Asian Roulette: Criminogenic casinos and illicit trade environmental commodities in South East Asia.”

Hasilnya, wilayah Asia Pasifik merupakan pasar perjudian terbesar dengan tingkat pertumbuhan yang paling pesat di seluruh dunia.

Proliferasi kasino fisik dan online di Asia Tenggara, berada dalam yurisdiksi yang lemah dan zona ekonomi khusus.

Sehingga pengaturannya sangat permisif. Organisasi kriminal cukup leluasa mengoperasikan kasino maupun rumah judi online.

Berbagai kejahatan berat–termasuk pencucian uang, perdagangan narkoba dan manusia, serta prostitusi–berkembang pesat dari masifnya pertumbuhan kasino serta rumah judi online di Asia ini.

Menurut Koordinator Kelompok Substansi Humas PPATK, M Natsir Kongah, artis [influencer] yang ada di pusaran ini, tidak hanya berada di hilir [alias bukan sebatas mempromosikan].

Namun, bisa juga mereka ada di hulu operasi, seperti yang terjadi pada kasus Indra Kenz terkait penipuan Binomo.

Di mana PPATK, mengendus adanya aliran dana ke pemilik rumah judi online Rusia.

“Ada senilai Rp155 triliun, yang merupakan akumulasi dari 121 transaksi yang ditemukan PPATK,” jelas Natsir.

Pertanyaannya, kapan kejahatan seperti ini bisa benar-benar musnah?

Lalu, apakah publik figur bisa belajar dari berbagai kasus, agar kemudian meneliti terlebih dahulu tiap tawaran yang masuk ke mereka?