Disebut Bikin Gaduh oleh Mahfud Md, Pendeta Abraham: Ayo Kita Carok!

  • Bagikan
Mahfud Md Pendeta Abraham

Ngelmu.co – Pendeta Saifuddin Ibrahim (Abraham Ben Moses), tidak terima dengan pernyataan Menko Polhukam Mahfud Md, yang menyebutnya telah membuat kegaduhan.

Maka menyikapi hal tersebut, Abraham yang tengah berada di Amerika Serikat (AS), pun kembali mengunggah video di kanal YouTube-nya, Rabu (16/3/2022) malam; waktu Indonesia.

Video dengan durasi 39:38 itu berjudul ‘Pak Mahfud Md, Saya Siap Dihukum Mati untuk Membela Kebenaran‘.

Berikut kutipan pernyataannya:

Saya, Pendeta Syaifuddin Ibrahim…

Saudara, berita di Tanah Air, sangat runyam sekali, tentang saya…

Saudara, tadi malam istri saya kasih video Mahfud Md.

Bahwa permintaan saya kepada menteri agama; menghapuskan ataupun tidak mengajarkan lagi 300 ayat di dalam Al-Qur’an itu, dan mereka harus melakukannya dengan senang hati…

Tetapi sayang sekali, itu ‘kan permintaan saya kepada Menag, kenapa Menteri Mahfud Md yang menjawab?

Yang saya minta itu menteri agama, terlalu tinggi kalau Menko yang menjawab itu, dan bukan bagian bapak [Mahfud].

Sehingga bapak, katanya, menetapkan, saya sudah dianggap sebagai penista agama. Menistakan agama siapa?

Saya hanya meminta, agar 300 ayat dari Al-Qur’an, itu harus dihapuskan. Hanya minta, kalau enggak, ya, sudah. Saya juga tidak peduli.

Dalam video yang sama, Abraham bahkan bilang, “Berani carok dengan saya? Ayo kita carok…”

Simak video–yang telah Ngelmu kutip; khusus bagian-bagian pernyataan Abraham kepada Menko Polhukam Mahfud Md–berikut ini:

@ngelmuco #Pendeta #SaifuddinIbrahim alias Abraham Ben Moses, tidak terima dengan pernyataan #MenkoPolhukam #MahfudMd ♬ suara asli – Ngelmu

Mahfud Minta Akun Abraham Ditutup

Sebelumnya, Mahfud Md menyebut pernyataan Abraham; yang meminta Kementerian Agama (Kemenag) menghapus 300 ayat Al-Qur’an, telah membuat kegaduhan.

“Waduh, itu bikin gaduh itu, bikin banyak orang marah,” tutur Mahfud, Rabu (16/3/2022), mengutip kanal YouTube Kemenko Polhukam RI.

“Oleh sebab itu, saya minta kepolisian segera menyelidiki itu, dan kalau bisa segera ditutup akunnya, karena kabarnya belum ditutup sampai sekarang,” sambungnya.

Berikut selengkapnya:

Jadi, [pernyataan Abraham] itu meresahkan, dan provokasi, untuk mengadu domba antarumat.

Saya ingatkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1969 yang diperbarui dari Undang-Undang PNPS Nomoe 1 Tahun 1965, yang dibuat Bung Karno.

Tentang penodaan agama. Itu mengancam hukuman tidak main-main, lebih dari 5 tahun hukumannya.

Yaitu barang siapa yang membuat penafsiran atau memprovokasi dengan penafsiran suatu agama yang keluar dari penafsiran pokoknya.

Ajaran pokok itu, dalam Islam itu, Al-Qur’an itu ayatnya 6.666. Tidak boleh dikurangi. Berapa yang disuruh cabut [oleh Abraham]? Tiga ribu atau 300?

Tiga ratus, misalnya. Itu berarti, [Abraham telah melakukan] penistaan terhadap Islam.

Apalagi [Abraham] mengatakan, konon bahwa Nabi Muhammad itu bermimpi bertemu Allah, dan sebagainya.

Itu menyimpang dari ajaran pokok.

Kita boleh beda pendapat, tetapi jangan menimbulkan kegaduhan.

Itulah sebabnya dulu, karena dulu banyak orang begitu, Bung Karno membuat PPNS 1/1965, yang mengancam siapa yang menodai agama.

Jangan dihajar oleh masyarakat, tetapi dibawa ke pengadilan.

Ini ‘kan masyarakat sekarang sudah mulai berpikir, ini orang siapa ini? Jangan. Itu bawa ke pengadilan.

Ketika saya jadi hakim MK, 2010, itu saya menyatakan ketika diuji di MK, UU ini isinya benar.

Cuma kalimat-kalimatnya, supaya diperbarui oleh DPR.

Sampai sekarang belum diperbarui. Artinya, itu masih tetap berlaku.

Mari kita jaga kerukunan umat beragama kita. Kita tidak akan melarang orang berbicara, tetapi jangan memprovokasi hal-hal yang sensitif.

@ngelmuco #MenkoPolhukam #MahfudMd menilai pernyataan #Pendeta #SaifuddinIbrahim ♬ suara asli – Ngelmu

Abraham menjadi sorotan, karena pernyataannya yang terunggah di kanal YouTube Saifuddin Ibrahim pada 5 Maret 2022 lalu.

Tepatnya, dalam video berdurasi 15:44, berjudul ‘Ir Soekarno: 15L4M S0NT0L0Y0 = MU5L1M K4DRUN? GUS YAQUT TERUSLAH BERSUARA’.

Ustaz Hilmi Firdausi hingga Ketua MUI Pusat bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis, juga menanggapi pernyataan kontroversial Abraham.

Baca di sini:

Baca Juga:

  • Bagikan