HNW Kritisi Keputusan Menpora Izinkan Timnas Israel Ikut Piala Dunia U-20

  • Bagikan
Menpora Israel Piala Dunia
Menpora Zainudin Amali dan Ketua Umum PSSI M Iriawan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Senin (13/1/2020). Foto: bola.com/Zulfirdaus Harahap

Ngelmu.co – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali dan Ketua Umum PSSI M Iriawan, satu suara.

Sama-sama mengizinkan Timnas Israel untuk bermain di Piala Dunia U-20, yang digelar di Indonesia pada 20 Mei-11 Juni 2023 mendatang.

HNW Mengkritisi

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW), pun mengkritisi keputusan tersebut.

Ia menilai, keikutsertaan Timnas Israel di Piala Dunia U-20, perlu pengoreksian dan pengkajian lagi.

Sebab, jika tidak, maka Israel, berpotensi mengapitalisasinya sebagai sikap permisif dan juga bentuk penerimaan terhadap kejahatan penjajahan mereka atas Palestina.

Hal tersebut, menurut HNW, juga bertentangan dengan konstitusi serta sikap Presiden Soekarno, yang tegas menolak segala bentuk penjajahan.

Pada Rabu, 29 Juni 2022, kemarin, dalam keterangannya, HNW menyampaikan:

Sesuatu yang tidak sesuai dengan amanat konstitusi, yang menolak segala bentuk penjajahan, termasuk penjajahan Israel atas Palestina.

Sikap sesuai konstitusi tersebut sudah menjadi sikap Presiden Bung Karno, serta presiden Indonesia, setelahnya.

Oleh karenanya, untuk meneladani Bung Karno, dan menjaga komitmen konstitusional Indonesia…

Dalam membela dan menjunjung keadilan, dan menolak penjajahan, sudah semestinya semua pejabat di Indonesia satu sikap.

Menolak penjajahan Israel dengan berbagai konsekuensinya. Termasuk terkait keikutsertaan Israel, dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia.

Dengan tetap mengupayakan bisa sukses sebagai tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U-20, tapi tanpa kesertaan Timnas Israel…

Atau bisa meminta melalui FIFA, agar Israel, mengurungkan keinginan untuk bertanding di Indonesia.

Sebab, kehadirannya mendapatkan penolakan dari masyarakat luas… atau bisa juga dengan tidak memberikan visa untuk Timnas Israel.

Pasalnya, pemerintah Indonesia, tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel.

Tegasnya Bung Karno

Mengutip Detik, HNW juga mengingatkan Kemenpora dan Ketum PSSI, untuk tidak mengabaikan sikap resmi Indonesia.

Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Bung Karno, sejak lama. Tegas, tidak mau terlibat, apalagi mengundang Israel ke Indonesia.

Seperti ketika penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika di Bandung, misalnya.

Di bidang olahraga, Bung Karno bahkan melarang Timnas Indonesia untuk bertanding melawan Israel; pada kualifikasi Piala Dunia 1958.

Bung Karno juga melarang kedatangan Timnas Israel, saat Asian Games 1962.

Ini seharusnya menjadi pertimbangan besar, karena sebelum 1967, penjajahan Israel atas Palestina, belum seluas dan separah sekarang.

Namun, sikap Bung Karno, begitu tegas.

Kala itu, kata HNW, Israel baru menduduki 22 persen tanah milik Palestina.

Namun, mengapa sekarang, ketika Israel telah merampas hampir 85 persen tanah Palestina, sikap pemerintah justru tidak setegas Bung Karno?

“Itu membuktikan, bahwa sejak dulu hingga kini, Israel tidak menghormati sikap Bung Karno, dan sikap negara Indonesia.”

“Mereka terus memperluas penjajahan dan penjarahan tanah-tanah Palestina? Termasuk Masjid Al-Aqsa di Al Quds.”

Begitu juga dengan kawasan permukiman di sekitarnya. Makin banyak resolusi PBB yang dilanggar oleh Israel.

Bahkan lebih dari itu, Israel juga mempraktikkan kejahatan apartheid terhadap Palestina.

“Kejahatan kemanusiaan terhadap Gaza, yang sudah diisolasi Israel, selama 15 tahun,” ujar HNW.

FIFA dan organisasi lainnya, sambung HNW, memang tidak pernah menjatuhkan sanksi apa pun kepada Israel, yang sudah menjajah Palestina, lebih dari 70 tahun.

Itu mengapa ia menekankan, penolakan terhadap Timnas Israel, perlu dilakukan oleh pemerintah Indonesia.

Indonesia berkewajiban melaksanakan perintah konstitusi yang sudah menjadi sikap dasar negara, sebagaimana dipraktikkan oleh Bung Karno.

Kampanyekan Keadilan

Begitu juga dengan politik luar negeri Indonesia; yang ingin terlibat dalam melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

“Berbicara tentang keadilan, maka dunia olahraga saat ini sedang menyaksikan ketidakadilan dan diskriminasi, yang dipertontonkan secara terbuka.”

“Beberapa bulan ini, olahragawan Rusia, termasuk sepak bolanya, diboikot dan diberi sanksi oleh FIFA dan UEFA, karena invasi Rusia terhadap Ukraina.”

“Sementara Israel dan tim sepak bolanya? Tidak diberi sanksi apa pun, padahal Israel, sudah menyerang dan menduduki Palestina, sejak berpuluh tahun lalu.”

“Bahkan, Israel tidak segan membunuh anak-anak, perempuan, petugas medis, dan jurnalis, Shireen Abu Akleh, salah satunya,” tegas HNW.

Seharusnya, lanjut HNW, organisasi olahraga Indonesia, ikut mengoreksi penjajahan sekaligus mengampanyekan keadilan.

“Bukan malah menyambut tim sepak bola Israel, yang merupakan bagian dari rezim apartheid, yang terus menyerang dan menjajah Palestina, termasuk melukai atlet-atlet sepak bolanya,” tegas HNW.

Ia juga mengungkap, Timnas Israel telah melanggar hukum internasional. Di mana Asosiasi Sepak Bola Israel, turut melibatkan klub-klub dari berbagai permukiman ilegal Israel di wilayah Palestina; di tepi barat.

Bukankah sejak 2016, Presiden Joko Widodo (Jokowi), pada forum KTT Luar Biasa OKI [Organisasi Kerja Sama], telah menyerukan untuk memboikot seluruh produk Israel, yang dihasilkan di wilayah pendudukan di tepi barat?

“Sebagaimana komitmen konstitusional Indonesia membela Palestina, dalam menjunjung kemerdekaan dan ketertiban dunia.”

“Mestinya, Kemenpora dan PSSI, melanjutkan sikap konstitusional yang sudah diberikan contoh keteladanannya oleh Bung Karno.”

“Bukan malah memberi ruang dan membolehkan Timnas Israel, negara penjajah itu, main di Indonesia,” kritik HNW.

Apalagi pelaksanaan Piala Dunia U-20, bertepatan dengan bulan-bulan sensitif bagi bangsa Indonesia.

Sebab, Indonesia sudah memasuki tahun politik; menjelang Pemilu 2024.

Itu mengapa HNW, mengingatkan pentingnya menjauhkan Indonesia, dari situasi tidak kondusif.

Seperti membiarkan kehadiran Timnas Israel untuk bermain di Indonesia.

Banyaknya Penolakan

Hal tersebut, menurut HNW, dapat memunculkan kontroversi tajam yang bisa berpengaruh terhadap kelancaran serta kualitas pileg dan pilpres [yang bakal diselenggarakan pada 14 Februari 2024].

Ia juga menambahkan, bahwa kedatangan Timnas Israel, sangat berpotensi menimbulkan kontroversi.

Sebab, begitu banyak penolakan. Artinya, lebih banyak mengundang mudarat daripada maslahat, bagi Indonesia.

“Piala Dunia U-20 di tahun 2023, jelang Pemilu 2024, seharusnya menghadirkan suasana guyub dan kegembiraan untuk masyarakat Indonesia.”

“Bukan malah menghadirkan keresahan, kericuhan, dan kontroversi, yang bertentangan dengan semangat olahraga dan sportivitas.”

“Seperti membiarkan Timnas Israel berlaga di Indonesia. Apalagi Israel adalah negara yang masih terus memperluas jajahannya atas Palestina.”

“Bahkan, sesudah Presiden Bung Karno menolak Timnas Indonesia bertanding dengan kesebelasan Israel–dalam rangka penyisihan menuju Piala Dunia–tahun 1957 silam.”

“Menpora dan Ketum PSSI, harusnya meniru ketegasan dan kenegarawanan Bung Karno itu,” pungkas HNW.

Kata Menpora dan PSSI

Sebelumnya, Menpora Zainudin Amali, bilang, “Masalah itu sudah kami bahas sejak tahun 2019.”

“Semua negara yang lolos mengikuti Piala Dunia U-20 2023, dipersilakan untuk bermain,” sebutnya.

Menurut Zainudin, sepak bola mesti dipisahkan dari politik, sesuai kesepakatan dengan FIFA.

Itu mengapa tiap negara, dapat berlaga di tiap turnamen FIFA.

Walaupun negara tuan rumah tidak memiliki hubungan bilateral dengan mereka.

“FIFA sudah menyampaikan kepada kami, negara mana pun yang masuk ke Piala Dunia U-20 2023, harus bertanding di Indonesia.”

“Jadi, tidak ada masalah. Pihak keamanan kita pasti akan memberikan rasa aman. Ini hal yang perlu diperhatikan,” kata Amali.

Baca Juga:

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi, juga menyatakan hal serupa. Pihaknya siap mengakomodasi kepentingan Timnas Israel, selama beraktivitas di Indonesia.

“Soal Israel, kami rasa sudah ada tanda tangan agreement pemerintah pada tahun lalu. Siapa pun bisa datang.”

“Kami tetap mengakomodasi Israel. Itu adalah keputusan terakhir kami pada rapat dengan pemerintah tahun lalu, menyangkut Israel,” tutur Yunus.

Israel lolos ke Piala Dunia U-20 2023, setelah berhasil menyegel satu tempat di semifinal Piala Eropa U-19 2022.

Selain Israel, empat tim lain yang telah memastikan tempat di Piala Dunia U-20 adalah Prancis, Italia, Inggris dan, tentu saja Indonesia; sebagai tuan rumah.

  • Bagikan