Sekjen DPP PKS Mustafa Kamal. (Foto: Dok Humas PKS Kota Semarang)

Begini Lika-liku Perjuangkan Kebijakan Pro Umat di DPR

Diposting pada 111 views

Ngelmu.co, SEMARANG – Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal menceritakan perjuangan para anggota DPR RI dari partai pro umat memperjuangkan kebijakan pro umat di DPR. Hal itu disampaikan saat memberikan motivasi kepada ribuan kader PKS di Kota Semarang, belum lama ini.

“Di DPR RI itu, kita memperjuangkan, lebih tepatnya melanjutkan perjuangan untuk mengesahkan RUU anti pornografi dan anti pornoaksi,”kata dia.

Kenapa melanjutkan? Mustafa menceritakan karena RUU itu sudah delapan tahun belum selesai. “Bayangkan di negara Pancasila berdasarkan UUD 1945, mayoritas muslim terbesar di seluruh dunia. Untuk mengesahkan RUU Anti Ponrogarfi dan pornoaksi delampan tahun tidak selesai. Ironi, sangat ironis,”ungkapnya.

Dia mengatakan saat itu dirinya dipilih untuk membantu proses di panitia khusus tersebut. Dirinya berjibaku dan bertarung dengan partai dan anggota DPR yang menjadi corong menolak RUU itu.

“Kita berjibaku, kita tarung, dengan partai-partai dan beberapa aleg yang menjadi corong yang menolak RUU itu. Sekitar 10 tahun mungkin genapnya, akhirnya baru diketok palu,”ujar dia lagi.

Namun demikian, Mustafa yang kini duduk di Komisi X DPR RI itu menyebut RUU tersebut gagal diperjuangkan secara komplit. Karena, kata dia, dari RUU anti Ponorgrafi dan pornoaksi, yang disahkan hanya pornografi aja.

“Yang pornoaksinya semuanya didrop. Sekarang kita lihat, orang yang melakukan tindak pidana pornografi bisa dijerat hukum, tapi karena yang pornoaksi didrop semua dalam UU, sekarang pornoaksi semua bebas di Indonesia, bahkan di acara nikahan, khitanan bisa terjadi aksi pornoaksi,”jelas anggota DPR RI dari Provinsi Lampung ini.

Secara khusus, Mustafa mengatakan ketika satu pemerintahan, satu kepemimpinan tidak memberikan perlindungan kepada anak bangsa, dengan membuat kebijakan peraturan perundangan yang sesuai dengan adab ketimuran, dengan nilai islam yang merupakan mayoritas di Indonesia, dia mengatakan pintu keberkahan oleh Allah SWT tertutup.

“Sesuai dengan pembukaan UUD 1945, yang membuat NKRI bertahan adalah keberkahannya, pemimpinnnya, kebijakannya, perilaku masyarakat pada umumnya, hal-hal tidak diberkahi akan tertutup pintu keberkahan,”pungkas dia.