Jack Ma Disebut Anggota Partai Komunis, Benarkah?

Diposting pada 61 views

Ngelmu.co, JAKARTA – Pimpinan raksasa e-commerce Alibaba Group Holding Ltd, Jack Ma ternyata adalah anggota Partai Komunis, menurut surat kabar resmi Partai, Senin (26/11/2018).

Fakta keanggotaan yang diungkap media tersebut terhadap pria yang juga seorang kapitalis China yang paling terkenal ini membongkar anggapan publik bahwa miliuner itu tidak terikat dengan kekuatan politik apapun.

Jack Ma mengkonfirmasi dirinya telah menjadi anggota Partai Komunis China (CPC) seperti diberitakan oleh surat kabar pendukung pemerintah China, The People’s Daily.

Miliarder Jack Ma, 54 tahun, sebelumnya diyakini tidak memiliki koneksi politik, tetapi surat kabar The People’s Daily menyebut Jack Ma sebagai anggota Partai Komunis China (CPC) ketika partai itu mengumumkan rencana mereka untuk menghormati 100 orang tokoh atas kontribusi terhadap pembangunan negara China sebagai bagian dari perayaan menandai 40 tahun sejak reformasi ekonomi China.

Tokoh lain yang juga masuk dalam daftar penerima penghargaan dari Partai Komunis China (CPC) adalah Pony Ma, kepala Tencent Holdings dan Robin Li, CEO Baidu.

Jack Ma adalah orang terkaya di China dengan kekayaan US$35,8 miliar (Rp 518 triliun), menurut Forbes. Tidak jelas mengapa sekarang koran itu menyebutkan afiliasi Jack Ma.

Namun, ini terjadi di tengah desakan Beijing untuk membawa perusahaan swasta negara itu lebih sejalan dengan nilai-nilai Partai, terutama di sektor teknologi yang telah berkembang pesat, didorong oleh keberhasilan perusahaan swasta.

Pada September, Jack Ma mengumumkan pengunduran dirinya sebagai chairman Alibaba tahun depan.

Dirinya disebut telah bertindak sebagai penasihat pemimpin politik di Asia dan Eropa serta memupuk ambisi besar di Amerika Serikat (AS), Reuters melaporkan.

Jack Ma telah mendorong Alibaba untuk menjadi perusahaan raksasa bervaluasi US$390 miliar, yang mendominasi pasar ritel online China dengan bisnis yang membentang dari logistik ke media sosial.

Ia juga telah melahirkan kerajaan fintech terpisah di sekitar platform pembayaran populer Alipay.

Afiliasi politiknya adalah kejutan bagi banyak orang. Ketika ditanya “apakah Jack Ma anggota Partai Komunis”, pada mesin pencari domestik Baidu Inc, kebanyakan hasilnya memperlihatkan bukan.

Alibaba menolak berkomentar mengenai keanggotaan Partai Jack Ma, tetapi mengatakan hubungan politik tidak memengaruhi jalannya perusahaan.

Afiliasi politik dari eksekutif manapun tidak memengaruhi proses pengambilan keputusan bisnis perusahaan,” kata seorang juru bicara dalam komentar melalui email kepada Reuters, Selasa.

“Kami mengikuti semua undang-undang dan peraturan di negara-negara tempat kami beroperasi saat kami memenuhi misi kami untuk mempermudah orang-orang untuk melakukan bisnis di mana saja di era digital,”katanya.