Kapolri Bakal Copot Kepala yang Tak Bisa Bersihkan Ekor

  • Bagikan
Kalau tidak mampu membersihkan ekor, maka kepalanya akan saya potong
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono

Ngelmu.co – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, bakal mencopot pimpinan yang–masih melanggar aturan–tak dapat menjadi teladan bagi jajarannya.

Semua demi kebaikan organisasi Korps Bhayangkara, tuturnya.

“Terhadap anggota yang melakukan penyimpangan, dan itu berdampak kepada organisasi, maka saya minta kepada rekan-rekan, jangan ragu melakukan tindakan tegas…”

“Kalau ada yang tidak mampu, kalau tidak mampu membersihkan ekor, maka kepalanya akan saya potong. Ini semua untuk kebaikan organisasi.”

Demikian tegas Listyo, dalam penutupan pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-30, Sespimen Polri Dikreg ke-31, dan Sespimma Polri Angkatan 66, di Lembang, Jawa Barat, Rabu (27/10).

Mengutip CNN Indonesia, Listyo juga menekankan, agar jajarannya bersikap layaknya pemimpin organisasi. Memahami anggota, serta mengayomi masyarakat.

Lebih lanjut, ia memberi wejangan kepada para pimpinan menengah kepolisian, untuk menguasai lapangan.

Listyo juga berharap mereka bergerak cepat, inovatif, peka terhadap perubahan situasi, dan berani keluar dari sudut nyaman.

Semua demi mengetahui kesulitan anak buah, termasuk apa yang masyarakat rasa.

Baca Juga:

Kepada jajarannya, Listyo juga menegaskan, untuk menjaga emosi ketika bertugas pun sebagai pimpinan.

“Jaga emosi, jangan terpancing,” ujar Listyo.

“Karena emosi yang mudah meledak dan tidak bisa dikontrol, tentunya akan mengakibatkan perbuatan yang kita lakukan kemudian tidak terukur,” jelasnya.

Lalu, Listyo juga memastikan, bahwa Mabes Polri berkomitmen untuk memberi penghargaan.

Bagi personel yang menjalankan tugasnya dengan baik, serta bekerja keras, melayani dan mengayomi masyarakat.

“Saya dan seluruh pejabat utama, memiliki komitmen kepada anggota yang sudah bekerja keras di lapangan,” kata Listyo.

“Kerja bagus, capek, meninggalkan anak, istri. Akan selalu komitmen, berikan reward. Kalau saya lupa, tolong diingatkan,” imbuhnya.

Pembicaraan ini tak lepas dari ragam kasus yang belakangan makin sering menyeret oknum kepolisian.

Melanggar wewenang. Bukan hanya anggota berpangkat rendah atau tamtama, tetapi juga di tingkat perwira tinggi [jenderal].

Terjadi di sejumlah daerah, di Indonesia.

“Dan ini juga berdampak. Apalagi rekan-rekan memiliki kewenangan, diberi kewenangan khusus oleh undang-undang,” tegas Listyo.

Maka ia mengingatkan, agar jajaran pimpinan di institusi Polri, mendorong impelementasi dari semangat Presisi [Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan].

Listyo juga menyatakan, konsep Presisi akan dapat internal kepolisian pun masyarakat rasa, bila benar-benar diimplementasikan dengan baik.

“Itu yang saya tuangkan dalam konsep Presisi,” jelasnya.

“Bagaimana kita menghadirkan pemolisian yang prediktif, responsibilitas, dan mampu melaksanakan semua secara transparan dan memenuhi rasa keadilan.”

“Ini menjadi harapan masyarakat, dan tugas rekan-rekan untuk mampu mewujudkan semua ini.”

“Dari level pemimpin, sampai dengan pelaksana,” pungkas Listyo.

Harapan Warganet

Dari sekian pernyataan Listyo, yang paling mendapat perhatian dari warganet adalah ‘copot kepala, kalau tak mampu bersihkan ekor’.

Mendapati hal tersebut, melalui media sosial–khususnya Twitter–mereka melayangkan harap.

“Semoga statement Pak Listyo, sinkron, dan tolong adili semua pelaku pembantaian rakyat sipil tidak bersenjata,” tutur @gila_hickey.

“#BongkarRekayasaKM50, penjarakan semua pelaku, dari atas sampai ke bawah,” harapnya lagi.

Pemilik akun @al_exraharjo, juga menyambut baik pernyataan Listyo.

“Gue demen nih Kapolri kayak gini. Walaupun belum terbukti, tapi minimal sudah lantang menyuarakan,” ujarnya.

Begitu juga dengan tanggapan @Adra_silent. “Jenderal Listyo adalah Kapolri sekarang. Sebaiknya lebih tegas lagi, Jenderal.”

“Jangan gara-gara oknum 1 atau 2 yang bejat, institusi yang jenderal pimpin, menjadi rusak,” sambungnya.

“Pecat dan bui oknum-oknum tersebut, Jenderal. Jangan biarkan menjadi racun dalam daging,” lanjutnya lagi.

Pengguna Twitter @MkomEliya, juga mendukung ketegasan Listyo. “Mulai dari kasus KM 50 dulu, Pak @ListyoSigitP.”

  • Bagikan
ngelmu.co