Katanya Gubernur SARA, Ini yang Dilakukan Anies saat Umat Hindu Minta Alat Kremasi

  • Bagikan

Ngelmu.co – Awal-awal kegiatan Anies saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta diisi denganmeresmikan beberapa tempat ibadah agama lain, bukan Islam. Padahal beberapa pihak mengatakan bahwa Anies adalah Gubernur SARA dan merupakan refleksi dari kemenangan kaum intoleran. 

Diketahui Minggu pekan kemarin (29/10/2017), Anies meresmikan Gereja HKBP di Semper, Jakarta Utara.

[29/10/2017]

Resmikan Gereja HKBP Semper, Anies dan Istri Dihadiahi Ulos

http://megapolitan.kompas.com/read/2017/10/29/11570901/resmikan-gereja-hkbp-semper-anies-dan-istri-dihadiahi-ulos

Hari ini, Minggu (05/11/2017), Anies meresmikan Pura di Cilincing, Jakarta Utara.

[05/11/2017]

Resmikan Pura di Cilincing, Anies Pakai Baju Adat Bali

https://m.detik.com/news/berita/d-3713891/resmikan-pura-di-cilincing-anies-pakai-baju-adat-bali

***

Ditambah lagi saat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meresmikan selesainya Pemugaran Pura Dalem, Purnajati Tanjung Puri, Jakarta Utara, perwakilan umat Hindu di Jakarta sempat menyampaikan keinginan untuk memiliki mesin kremasi sendiri.

Sebelumnya Ketua Suka Duka Hindu Dharma, I Made Sudharta, Pemprov DKI Jakarta pernah memberikan lahan seluas 2 hektar di kawasan Budi Dharma, Tanjung Priok, Jakarta Utara sebagai kuburan. Akan tetapi, tanah itu dikembalikan lagi ke Pemprov DKI Jakarta karena dirasa kurang pas dengan kebutuhan umat Hindu. Adapun yang dibutuhkan umat Hindu adalah tempat dan alat kremasi.

“Perlu kami laporkan, tanah 2 hektar itu untuk kuburan orang Hindu di Jakarta. Tapi kami memang tidak perlu kuburan, makanya kami kembalikan lagi ke (Dinas) Pertamanan DKI. Karena kalau Hindu meninggal dingaben dengan kremasi,” kata Sudharta di Pura Dalem, Minggu (5/11). 

Sudharta mengatakan kepada Anies bahwa umat Hindu di Jakarta sudah memiliki bangunan untuk proses kremasi. Hanya saja, mesin kremasinya yang belum tersedia. Oleh karena itu, umat Hindu berharap bisa mendapatkan alat kremasi tersebut dari Pemprov DKI.

“Jadi, bolehlah kami sebagai warga DKI, untuk menyampaikan hal tersebut. Kami belum punya mesin kremasi, siapa tahu kan dari pemerintah bisa memberikan,” tutur Sudharta.

Menurut Sudharta, penduduk DKI Jakarta yang menganut agama Hindu sudah mencapai 150 ribu orang, baik yang berasal dari Bali maupun luar Bali. Umat Hindu di Jakarta sudah memiliki 4 tempat ibadah di Jakarta Timur, 4 di Jakarta Selatan, 1 di Jakarta Barat, 1 di Jakarta Pusat dan 2 di Jakarta Utara.

Menanggapi permintaan umat Hindu tersebut, Anies menyebutkan pemerintah harus bisa menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam pengadaan fasilitas. Anies berkomiymen untuk menyediakan fasilitas bagi penyelenggaraan upacara kremasi, ngaben di Jakarta untuk kepentingan umat Hindu Jakarta.

“Jadi karena itu, kita komit untuk menyiapkan fasilitas untuk bisa menyelenggarakan upacara kremasi, ngaben, di Jakarta. Sehingga semua yang menjadi kewajiban bagi umat Hindu yang masih hidup bisa diselenggarakan dengan sebaik-baiknyanya terhadap mereka yang sudah mendahului. Tadi saya cek dengan Pak Asisten, mudah-mudahan kita bisa masukkan di anggaran 2018 sekalian mumpung sekarang masih penyusunan KUA-PPAS,” ucap Anies.

Untuk masalah pendidikan agama Hindu di sekolah-sekolah, yerutama sekolah negeri, umat Hindu meminta fasilitas tenaga pendidikan yang cukup bagi umat Hindu yang masih sekolah. Mereka merasa, guru yang sekarang mengajar belum cukup memenuhi kebutuhan.

Menanggapi hal itu, Anies mengatakan bahwa ia akan mengatur hal tersebut. Agar nantinya, bagi pelajar beragama Hindu bisa memperoleh pendidikan agama di hari Sabtu atau Minggu.

***

Alhamdulillah ya, Gubernur yang diberi label “SARA”, ternyata begitu peduli dengan umat agama lain.

  • Bagikan
ngelmu.co