Kiai Cholil Jawab Warganet yang Singgung PNS DKI ‘Wajib’ Salat Id di JIS

  • Bagikan

Ngelmu.co – Ketua MUI [Majelis Ulama Indonesia] Pusat bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis, bicara soal pelaksanaan Salat Idulfitri di tanah lapang.

Awalnya, melalui akun Twitter pribadinya, @cholilnafis, ia menyampaikan, “Salat jemaah tanda kesatuan, sehingga pahalanya berlipat, sampai 27 kali.”

“Sedangkan Salat Idulfitri di lapangan itu syiar keagamaan, dan luapan kebahagiaan,” sambung Kiai Cholil.

“Karena berhasil mengikuti training Ramadan, dan menemukan diri yang fitri, yaitu lebih dekat dengan Allah, dan lebih peka jiwa sosialnya.”

Kiai Cholil mengetwit demikian, sembari mengunggah potret umat muslim yang tengah melaksanakan Salat Idulfitri di Jakarta International Stadium (JIS).

Dari sekian banyak pengguna Twitter yang menanggapi cuitan Kiai Cholil, ada seorang warganet yang meresponsnya dengan singgungan.

Ia adalah pemilik akun Twitter @zetoum, yang membalas twit Kiai Cholil, sembari mengunggah sebuah gambar.

“Mudah-mudahan jemaahnya hadir bukan karena ada surat tugas dari gubernurnya,” demikian tuturnya, Selasa (3/5/2022).

Kiai Cholil pun menjawab, “Surat tugas pun tidak ada masalah, Mas.”

“Saya pun diundang dengan surat Pemprov DKI. Itu tidak mengurangi keikhlasan,” sambungnya.

“Atasan kalau mengajak ke bawahannya untuk kebaikan ‘kan bagus. Salahnya di mana?” tanya Kiai Cholil.

Lalu, tim Ngelmu mencoba melihat lebih lanjut, hal apa saja yang sejauh ini disuarakan oleh @zetoum; melalui akun Twitter-nya.

Pada Sabtu (26/3/2022) lalu, ia mengaku alergi dengan orang yang memakai jubah.

Sementara pada Ahad (10/4/2022), @zetoum, asyik mengetwit hashtag ‘Saya Bersama Jokowi’.

Kembali ke cuitan Kiai Cholil, sebelumnya; yang mengulas soal pelaksanaan Salat Idulfitri di tanah lapang.

Baca Juga:

Selain @zetoum, mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), juga membalas twit Kiai Cholil.

“Syiar Salat Id, hadir karena nikmat beragama akibat kesadaran beragama di negeri ini meningkat.”

“Berikut dengan keindahan beragama ini, kita, hadir narasi persatuan dan kebersamaan. No, narasi pembelahan. Yuk, kita mulai,” sambung Aher.

“Iya, suatu kebaikan harus didukung dan diapresiasi,” balas Kiai Cholil, lagi.

“Karena kebaikan dari mana pun datangnya adalah mutiara Islam. Apalagi itu datang dari umat Islam,” imbuhnya.

“Bangun persatuan dan berkompetisi dengan membangun prestasi, maka masyarakat yang akan menilainya. Mungkin juga menentukan pilihannya,” ujar Kiai Cholil.

Baca Juga:

Lalu, Pendiri Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, bilang, “Terima kasih Pak Kiai.”

“Telah memberi contoh konten yang ‘edukatif’, bukan ‘agitatif’, [konten] yang bisa merangkul dan menarik hati yang membacanya.”

“Perlu dicontoh oleh para influencer dan pendukung. Jadi memang perlu ilmu agar bisa mengedukasi,” tegas Ismail.

“Berpikir positif dan berlandaskan pada nilai-nilai agama, lebih menguatkan diri berpegang pada kebenaran,” kata Kiai Cholil.

“Asumsi yang tidak berdasar, apalagi menuduh orang lain jahat dan modus (modal dusta), sebaiknya ditinggalkan. Agar hidup lebih tenang dan bahagia,” pungkasnya.

Sebelumnya, muncul surat edaran yang membuat publik menilai Pemprov DKI Jakarta, meminta PNS untuk Salat Idulfitri di JIS.

Surat tersebut viral, sehari sebelum Idulfitri 1443 Hijriah, atau pada Ahad, 1 Mei 2022 lalu.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga telah mengonfirmasi surat tersebut.

Ia menyampaikan, Pemprov DKI memusatkan penyelenggaraan Salat Id di satu tempat.

“Salat Id yang diselenggarakan tiap-tiap kantor wali kota, kali ini dikumpulkan di sini (JIS).”

“Jadi, tidak diselenggarakan di tiap-tiap kantor wali kota. Jadi, bukan diminta semua datang ke sini, bukan,” jelas Anies, Ahad (1/5/2022).

  • Bagikan