Komedian AS Steve Harvey Akui Negaranya Salah Paham Tentang Islam

  • Bagikan
Steve Harvey

Ngelmu.co – Steve Harvey yang merupakan komedian asal Amerika Serikat, mengakui jika negaranya salah paham tentang Islam dan orang-orang Arab. Hal ini ia sampaikan saat menjadi pembicara di Sharjah International Book Fair 2019.

Saat itu, Harvey membicarakan soal kepercayaan dan toleransi. Kemudian, ia mengaku ingin menjembatani dialog budaya antara Amerika dan Timur Tengah.

Penonton yang hadir di sana pun langsung bersorak, dan menghadiahi Steve dukungan, melalui tepuk tangan.

Baca Juga: Ustadz Felix Siauw: Islam Memuliakan Manusia

Semua berawal dari idenya soal pertukaran budaya, membawa warga Amerika ke Uni Emirat Arab, agar mereka bisa lebih mengenal Islam.

Sebab, Harvey memandang, masih banyak kesalahpahaman soal Islam di dunia Barat, salah satunya adalah Amerika.

Maka, ia pun merasa perlu membangun dialog, demi menghilangkan kesalahpahaman tersebut.

“Ada banyak kesalahpahaman tentang orang Arab di Amerika. Tapi saya hanya bisa mengubah diri sendiri, saya tak bisa mengubah Amerika,” tuturnya, seperti dilansir dari Khaleej Times, Ahad (3/11).

Belum ada upaya sistematis, lanjut Harvey, untuk mencegah kesalahpahaman itu terus terjadi.

Steve Harvey Akui Negaranya Salah Paham Tentang Islam

Islam yang dianut mayoritas warga Timur Tengah, lanjutnya, kerap dianggap mengajarkan kekerasan. Padahal, kenyataannya tidak demikian.

“Amerika sudah seperti ini (salah paham soal Islam), sejak lama sekali,” ujarnya.

Maka, mendatangi Sharjah International Book Fair adalah salah satu cara mengenal Islam.

Di sana, warga Amerika dapat mencari buku soal Islam, yang tentunya mengajarkan kebaikan.

“Mereka (media) hanya mengambil sisi negatif Islam. Memang ada orang-orang yang mempelajari Islam dengan salah, dialah ISIS dan semacamnya. Padahal itu bukanlah Islam,” kata Harvey.

“Islam tak membunuh orang, tak membunuh anak kecil dan meledakan bom. Jika itu yang ditampilkan stasiun TV, maka itulah yang dipikirkan warga Amerika,” pungkasnya menyayangkan keadaan.

Pada kenyataannya, Islam memang agama yang penuh dengan cinta dan kedamaian.

  • Bagikan