Berita  

Korban Pesawat Jatuh di Malaysia, Sempat Titip Pesan Terakhir ke Sahabat

Korban Pesawat Jatuh Malaysia
Foto: Keluarga korban pesawat jatuh di Malaysia (BBC World)

Ngelmu.co – Salah satu korban tewas dalam tragedi pesawat jatuh di Malaysia, sempat menitipkan pesan terakhir kepada sahabatnya.

Ia adalah Sharipuddin Shaari.

Sharipuddin ingin sang sahabat menjaga keluarganya.

Sharipuddin menjadi salah satu korban jatuhnya jet pribadi di Kota Elmina.

Pesawat jet Beechcarft Model 390 itu jatuh pada Kamis (17/8/2023), dan menewaskan 10 orang.

Sebelum maut menjemput, Sharipuddin sempat berbincang panjang dengan sahabatnya, Megat Hashirat Hassan.

Percakapan mereka berlangsung, tiga hari sebelum peristiwa.

Megat Hashirat yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Negara Pauh, mengatakan, bahwa mereka membicarakan banyak hal.

Termasuk masalah keluarga.

Megat juga mengatakan bahwa Sharipuddin adalah salah satu pendukung kuat yang banyak membantunya selama kampanye.

Saat ia menjadi kandidat di pemilihan umum.

Megat menyampaikan ini saat ditemui awak media di Bagian Kedokteran Forensik Rumah Sakit Tuanku Ampuan Rahimah (HTAR).

“[Sharipuddin] juga meminta saya untuk menjaga keluarganya [yang ada di Perlis], sejak ia ada di sini [Selangor],” tuturnya bercerita.

Lebih lanjut, Megat mengaku jika perbincangannya dengan Sharipuddin, kala itu terasa aneh.

Pasalnya, sudah lama ia dan Sharipuddin, tidak berbincang.

“Atas nama Pemerintah Negara Bagian Perlis, saya menyampaikan belasungkawa kepada anggota keluarga semua korban yang terlibat dalam kecelakaan ini.”

Baca juga:

Selain Sharipuddin, tujuh orang yang berada di pesawat itu juga tewas; termasuk sang pilot, Shahrul Kamal Roslan.

Seorang pengendara mobil dan satu pengendara motor di jalanan yang jadi lokasi kejadian pun meninggal.

Seluruh korban telah dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Tengku Ampuan Rahimah untuk proses identifikasi.

Mahanum Ismail yang merupakan ibunda dari Shahrul pun mengaku mengingat jelas kalimat terakhir sang putra.

“Adik sayang mama”, begitulah pesan terakhir Shahrul kepada ibunya.

Mahanum menyatakan, kata-kata anaknya itu terus terngiang dalam benak.

“[Shahrul adalah] anak mama, dan terakhir kali saya berbicara dengannya adalah ketika saya dirawat di rumah sakit [Tuanku Mizan Militer], sehari sebelum saya menjalani operasi.”

“Sebelum menutup telepon, dia mengatakan kepada saya bahwa dia mencintai saya.”

Demikian tutur Mahanum, sembari menahan air mata di luar ruang forensik RS Tengku Ampuan Rahimah di Klang, Selangor.

Shahrul juga meninggalkan istri dan keempat putranya yang berusia antara tiga tahun, hingga 12 tahun.

Ketua Menteri Wan Rosdy Wan Ismail, menyebut, Pemerintah Pahang, akan menanggung biaya pemakaman bagi seluruh korban kecelakaan pesawat.

“Pemerintah negara bagian, akan menanggung berapa pun biaya pengurusan jenazah dan penguburan.”

“Kami akan menanggung biaya semua korban kecelakaan itu,” jelas Rosdy kepada wartawan di luar RS Tengku Ampuan Rahimah.

Adapun Kementerian Perhubungan Malaysia, menyatakan, pihak berwenang tengah menyelidiki penyebab pesawat jatuh itu.

Mereka juga meminta agar semua jet Beechcraft Model 390, diselidiki.