Mendag Zulhas, Blunder?

Mendag Zulhas Blunder

Ngelmu.co – Berbagai pihak menilai Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas), blunder.

Hal ini terkait dengan pernyataan Zulhas saat memberikan sambutan di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) di Semarang, Jawa Tengah.

“Saya keliling daerah, Pak Kiai… di sini aman, Jakarta enggak ada masalah, yang jauh-jauh ada, lo, yang berubah.”

“Jadi, kalau salat Magrib, baca Al-Fatihah, وَلَا الضَّالِّينَ, ada yang diam sekarang, Pak…”

“Ada yang diam sekarang banyak, saking cintanya sama Pak Prabowo itu, ya, ‘kan?”

“Itu kalau tahiat akhir, Pak Kiai, ‘kan gini, Pak Kiai [sambil mempraktikkan gerakan yang dimaksud, yakni dengan satu jari (telunjuk)], sekarang banyak gini, Pak [sambil mempraktikkan gerakan yang ia maksud, yakni menggunakan dua jari (telunjuk dan jari tengah)].”

“Itu, Pak, tempat-tempat lain begitu, Pak. Saking apa itu, ya. Ya, Pak Kiai, ya? Alhamdulillah di sini enggak.”

@ngelmucoSaat berbicara, Zulhas tengah memberikan sambutan selaku Menteri Perdagangan (Mendag) dalam Rakernas Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) di Semarang, Jawa Tengah. Segelintir pihak membandingkan pernyataan Zulhas dengan pernyataan UAS dan UAH. Namun, sebagian besar di antaranya menegaskan bahwa apa yang disampaikan oleh UAS dan UAH, tidak sama dengan apa yang disampaikan oleh Zulhas. Video UAH yang beredar saat ini di berbagai media sosial juga merupakan video potongan atau tidak utuh, sedangkan video Zulhas yang viral, bukan merupakan video potongan. Bagaimana pendapat kalian?

♬ suara asli – Ngelmu

Dalam pembukaan Rakernas APPSI tersebut, Zulhas juga melakukan simbolis pembukaan dengan memukul gong.

Ia kemudian memukul gong sebanyak dua kali.

Baca juga:

Terlepas dari acara tersebut, ulama Sumatra Selatan (Sumsel), Ustaz Umar Said, angkat bicara.

Ia mengkritik keras pernyataan Zulhas yang juga merupakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Ustaz Umar yang juga Ketua Forum Umat Islam (FUI) Sumsel, mengaku kecewa dengan apa yang disampaikan Zulhas.

Menurutnya, “Itu sudah penodaan agama, karena sudah mengaitkan politik dengan praktik salat.”

“Kalau bukan editan dan bukan rekayasa, itu sudah bisa dilaporkan,” jelas Ustaz Umar.

“[Zulhas] orang yang berpendidikan dan mempunyai jabatan strategis di pemerintahan, seharusnya memberikan contoh yang baik.”

“Saya berharap ini harus dicari tahu kebenarannya. Jika memang… ini harus dilaporkan,” tutur Ustaz Umar.