PSI Serobot Trotoar

Mobil di Depan Kantor PSI Serobot Trotoar, Warganet: Eh, Nunggak Pajak!

Diposting pada 2.005 views

Ngelmu.co – Potret kendaraan yang terparkir di depan basecamp DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, tersebar di media sosial Twitter. Warganet mengaku gemas dengan kejadian tersebut, karena sebelum PSI serobot trotoar, mereka kerap mengkritik kebijakan Pemprov DKI Jakarta.

Oktober 2018 lalu, Politikus PSI, Andi Anggana mengatakan kebijakan Pemprov DKI dalam memfasilitasi PKL yang memakai trotoar sebagai polemik. Ia menegaskan, trotoar merupakan hak pejalan kaki.

“PKL harus ada tempat khusus. Pemprov mesti menyediakannya, bukan di trotoar, tempat pejalan kaki hilir mudik. Ini bukan penyelesaian namanya,” tutur Andi, dalam keterangan tertulis, seperti dilansir Akurat News.

“Jelas, ini tidak sesuai. Bahkan menyusahkan kawan-kawan kita yang disabilitas,” imbuhnya.

Mobil di Depan Kantor PSI Serobot Trotoar

Namun, seolah tak sejalan dengan pernyataan itu, sejumlah mobil yang terparkir di depan basecamp atau markas PSI, justru mengenai trotoar. Bahkan, satu mobil jelas terparkir di trotoar.

Belum diketahui identitas si pemilik kendaraan itu, tetapi di foto lain, yakni saat malam hari, tampak pula mobil dengan stiker PSI, parkir hingga ke badan trotoar. Mobil itu jelas menghalangi garis kuning trotoar, penanda untuk tuna netra.

Adalah pemilik akun Twitter @awemany, yang membagikan foto tersebut, Selasa (13/8).

“PSI Minta trotoar Jakarta dibersihin dari PKL, karena itu adalah hak pejalan kaki, malah loe makan sendiri buat parkir mobil mewah loe! Orang-orang kayak @TsamaraDKI bisa jelasin?” tulisnya.

Sementara warganet lainnya, @TaufikTope, langsung mencari plat nomor kendaraan yang tercantum pada mobil tersebut, di laman http://samsat-pkb2.jakarta.go.id/.

“Udah parkir di trotoar eeh nunggak pajak pula itu mobil mewah, #tepokJidat,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pengurus DPP PSI mengaku menyesalkan kejadian tersebut, dan meminta maaf.

“Ini preseden buruk sekali, dan melanggar nilai yang PSI anut. Saya minta maaf kepada warga Jakarta yang terganggu oleh hal ini, terutama kepada para penyandang disabilitas yang diambil hak mereka,” kata Sekjen PSI, Raja Juli Antoni.

“Sekali lagi, kami mohon maaf serta terima kasih kepada warganet yang mengunggah foto itu. Kami yakin itu merupakan ekspresi cinta mereka yang ingin melihat PSI istiqomah antar-ide dan tindakan. Antara kata-kata dan perbuatan. Thanks,” pungkasnya, seperti dilansir Detik, Rabu (14/8).