Negara sedang Tidak Baik, Para Musisi Ini akan Gelar Konser

  • Bagikan
Negara sedang Tidak Baik

Ngelmu.co – Usai puluhan musisi temui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (30/9) kemarin, banyak pihak yang mengaku kecewa, karena konser akan digelar, saat kondisi negara sedang tidak baik.

Disampaikan oleh akun Twitter resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, rencana pagelaran bertajuk “Musik untuk Republik” itu, akan digelar Oktober mendatang.

“Sejumlah musisi dari beragam genre bertemu Presiden @jokowi, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (30/9) siang,” tulis @setkabgoid, Senin (30/9).

“Mereka melaporkan rencana pagelaran “Musik untuk Republik” yang akan berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, 18-20 Oktober mendatang,” sambungnya.

Gelar Konser saat Negara sedang Tidak Baik, Warganet Kecewa

Cuitan Setkab itu pun langsung diramaikan oleh komentar-komentar dari warganet.

Mereka mengaku kecewa, dan menanyakan di mana nurani mereka, karena bisa memikirkan ‘konser’, saat negara sedang tidak baik, seperti saat ini.

Zacky: Jadi bener kan kata jan etes di vlog kakeknya kemaren: di istana itu banyak binatangnya. Saudara-saudaraku di Wamena yang meregang nyawa, di Ambon yang terkena gempa, rekan-rekan mahasiswa yang masih berduka, mohon maaf, pak presiden sedang sibuk, ada urusan yang jauh lebih penting dari kalian. Maaf ya.

Dewa: Pesta di atas duka, tertawa di atas darah, menari di atas tangis, gembira di atas derita. Kami sudah gak peduli lagi, terserah kalian mau apa. Tapi tolong, jangan pertontonkan ke-dungu-an ke dunia internasional. Mata dunia sedang tertuju ke Wamena, dan aksi massa di mana-mana.

Wahis: Dicari: Kepekaan pemimpin terhadap kondisi negara yang sedang dipimpinnya.

Satowi: Pantaskah diadakan di tengah carut-marut dan ketiadaan kehadiran pemerintah di banyak konflik? Istighfar kalian.

Saut Situmorang: Para badut rezim sedang berusaha mengalihkan perhatian publik dari demo rakyat dengan purak-purak berkesenian.

Sigit: Karhutla Riau dan Kalimantan, demo masih ada, gempa di Maluku, Ambon, tragedi Wamena. Apa negara gak berpikir dulu menyelesaikan itu? Gimana mau dihargai kalau Presiden di tengah kondisi begini, masih mikirin konser gak penting!

Handoko: Izin usul Bapak @jokowi. Tunda pagelarannya. Bukan waktu yang tepat. Bukan juga sarana yang tepat untuk menunjukkan Indonesia aman tentram damai. Uangnya dihemat buat saudara-saudari di Wamena hingga Ambon.

Vai: Nurani kalian di mana? Wamena berduka. Mahasiswa meninggal. Mahasiswa hilang. Kalian malah mau nyanyi-nyanyi? Rakyat didak butuh nyanyian, Pak! Atasi saja rintihan Ibu Pertiwi.

Para Musisi Harapkan Kehadiran Jokowi

Bahkan, lebih lanjut drummer Pas Band, Sandy Andarusman mengatakan, konser yang digelar gratis dan terbuka untuk umum itu, akan dimeriahkan oleh sedikitnya 68 musisi Indonesia.

Rencananya, kata Sandy, Jokowi juga akan hadir dalam pagelaran tersebut. Bahkan, para musisi berharap, ia bisa ikut tampil dan unjuk kebolehan di atas panggung.

“Kita tunjukkan ke seluruh dunia bahwa Pak Presiden adalah ikon persatuan seluruh Indonesia,” kata Sandy, seperti dilansir Antara, Senin (30/9).

Siapa saja musisi yang dipastikan siap berkontribusi dalam kegiatan tanpa sponsor itu?

Ada Slank, BIP, Godbless, Pilotz, Zi Factor, Gugun GBS, Superglad, Edane, Siksakubur, Familys Group, Sandhy Sondoro, Denny Frust, Serian Band, Gorby The Comen Rasta, NTRL, Iwa K, Pas Band, dan Tony Q Rastafara.

Ada juga Tipe X, Orind Band, Cokelat Band, /Rif, Steven n Coconut Treez, Elpamas, Voodoo, Electric Cadillac, dan Edo Kondologit.

Trio Rita Effendi-Agus Wisman-Yana Julio, Java Jive, Jakarta Blues Factory, The Fly, KLA Project, Caffeine, Mathology, Bunga, Roy Ricardo, Eitaro, dan Ben Utomo juga termasuk dalam daftar penampil.

Sudah? Belum. Karena masih ada Dycal, Revenge The Fate, Jecovox feat John Paul Ivan, Kikan, Candil, Saint Loco, Kotak, Naff, The Groove, The Scout, Jamrud, Glenn Fredly, Kadri, Take Over, Inul Daratista, hingga Siti Badriah.

  • Bagikan