Ngabalin soal Biaya Pesawat Presiden Rp1-2 M: di Mana Masalahnya?, Publik Menjawab

  • Bagikan
Ngabalin Cat Pesawat Presiden
Foto: Instagram/ngabalin

Ngelmu.co – Betapa baiknya publik yang senantiasa menjawab berbagai tanya dari para pejabat pemerintahan.

Teranyar, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin yang melempar tanya.

“Kalau mau lihat biaya perawatan, cat, kemudian pemeriksaan tujuh tahun dilakukan, Rp1-2 miliar untuk pesawat presiden, di mana masalahnya?”

Demikian tuturnya dalam program CNN Indonesia Newsroom, seperti Ngelmu kutip, Rabu (4/8).

Ngabalin Bertanya, Publik Menjawab

Kita mulai jawaban untuk Ngabalin dari akun Twitter dengan lebih dari 323 ribu pengikut, @zarazettirazr.

“Ngasih makan warga yang terkena PPKM, apa masalahnya? Duit masalahnya,” tegas Zara.

Lanjut ke @NusaDirga, yang mencoba menjelaskan kepada Ngabalin. “Selama pandemi, banyak yang kesulitan Pak Bos.”

“Dunia usaha pada bangkrut, PHK di mana-mana, bansos banyak tidak tepat sasaran, ini masalahnya,” sambung akun tersebut.

“Bung, pura-pura gak tahu, ya? Bila situasi baik-baik saja, Anda mau ngecat gunung salak juga monggo,” imbuhnya lagi.

Begitu juga kata @musafir_papa, “Masalahnya adalah melakukannya di saat yang kurang tepat.”

“Ketika pandemi masih berlangsung, dan banyak rakyat yang gak bisa usaha, gak bisa makan, malah ngecat pesawat dengan dana yang gak sedikit,” lanjutnya.

“Lebih urgen mana? Sampai di sini paham, Tuan?” tanyanya lagi.

Pemilik akun @CaesarDcandra, juga menjawab, “Salahnya ada di otak dan dn hatimu, Ngabalin.”

“Otakmu gak bisa berpikir waras, dan hatimu gak punya rasa empati. Itu duit utang, APBN kolaps,” imbuhnya.

“Kalaupun itu bukan anggaran pandemi, lebih baik di-realokasi ke pandemi,” sambungnya lagi.

“Dan apa sih nilai urgensinya ngecat pesawat yang kondisi catnya masih bagus?” kritik akun tersebut.

Di Mana Hati Nurani?

Ada juga warganet yang menanyakan di mana hati nurani pemerintah.

“Masalahnya, hati nurani kalian ada di mana?” tanya @mrbudisusanto.

“Di saat rakyat sedang susah karena penanganan Covid yang tidak bertanggung jawab, kalian menghambur-hamburkan uang,” imbuhnya.

“[Untuk] Sesuatu yang tidak ada urgensinya sama sekali!” jelasnya lagi.

Baca Juga:

Akun @Ichalsyahrizal1, pun berujar, “Cat pesawat presiden bukanlah hal urgen.”

“Yang dibutuhkan adalah keseriusan pemerintah mengurusi kebutuhan rakyat,” tegasnya.

Sementara @FSawijo, menekankan, “Salah waktunya. Hari ini banyak orang nangis gak bisa beli makanan.”

“Itu rakyat yang jadi tanggung jawab pemerintah, dunia akhirat! Kok bisa-bisanya bilang salahnya di mana!” sambungnya.

Sedangkan tanggapan dari @ipanpriyanto, berbunyi, “Di tengah keruwetan dan pandemi seperti sekarang, bapak, dikritik soal Rp2 M untuk perawatan pesawat kepresidenan, kenapa ngasih jawaban yang arogan seperti itu?”

“Kalau memang Rp2 M untuk perwatan itu perlu, bisalah dijelasin dengan bahasa yang enak didengar kuping. Allahu yahdik,” tutupnya.

Pengguna Twitter @BayuNstn, juga mencoba bantu menjelaskan kepada Ngabalin, di mana letak kesalahan.

“Misal, ngecat pesawat rutin tujuh tahun sekali itu kayak lu rutin siram tanaman setiap hari. Lalu, tiba-tiba tetangga lu kebakaran, dan butuh air itu kayak Covid.”

“Logikanya, pasti lu mendahulukan air lu itu untuk bantu memadami kebakaran, ketimbang rutinitas lu nyiram tanaman, dong.”

  • Bagikan
ngelmu.co