Ngaku Islam, Ade Tak Percaya Umat Harus Jalankan Syariat

  • Bagikan

Ngelmu.co – Meski mengaku beragama Islam, tetapi Ade Armando, tidak percaya bahwa umat muslim harus menjalankan syariat agama.

Dosen komunikasi di Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Pelita Harapan (UPH) tersebut, menyampaikan pernyataan itu, pada Senin (25/10) lalu.

Tepatnya melalui video yang terunggah di kanal YouTube CokroTV, bertajuk, ‘Mengapa Saya Tidak Percaya pada Syariah‘.

Lalu, pada Rabu (27/10) kemarin, Ade kembali menjelaskan, mengapa ia menolak syariat Islam.

Masih lewat kanal YouTube yang sama, dalam video berjudul, ‘Saya Menolak Syariat Islam Agar Indonesia Selamat‘.

Respons Imam Shamsi

Tak hanya publik, tetapi Imam Islamic Center of New York, Muhammad Shamsi Ali, juga turut menanggapi.

Melalui akun Twitter pribadinya, @ShamsiAli2, ia mengunggah hasil tangkapan layar terkait pernyataan Ade.

“Berislam tanpa bersyariat, tidak berislam. Ketika Anda mengingkari syariat, Anda ingkari Islam,” tulisnya.

“Anda syahadat, itu syariah. Anda sholat, itu syariah, Anda puasa, haji, makan halal, tidak makan haram, itu syariah,” jelas Shamsi.

“Nikah itu syariah. Tidak zinah itu syariah. Bicara pakai otaklah,” tegas Shamsi.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, bagaimana para pendiri bangsa menghapus tujuh kata dari sila pertama Pancasila.

“Itu karena Pancasila, milik semua warga negara. Muslim dan non-Muslim,” tuturnya.

“Tapi ketika sudah bicara Islam, itu hanya untuk orang Islam. Di sìni, syariah menjadi keharusan,” kata Shamsi.

“Karena semua yang dilakukan dalam agama, syariah,” sambungnya.

Baca Juga:

Itu mengapa, lanjut Shamsi, berislam dengan menjalankan syariah, bagi umat Islam adalah rincian dari sila pertama.

“Khusus bagi umat Islam,” tegasnya. “Pemahaman Ini bukan bagian atau pasal dari Pancasila.”

“Tapi penafsiran warga negara Indonesia yang muslim tentang Pancasila, berdasarkan ajaran agamanya,” pungkas Shamsi.

Ade Bicara Lagi

Ade pun bicara lagi. Ia balik menanggapi cuitan Imam Shamsi yang memang tertulis untuk dirinya.

“Imam Shamsi Ali bilang, saya mengingkari Islam, karena saya menolak menerapkan syariah,” tuturnya, melalui akun Twitter @AdeArmando24, Kamis (28/10).

“Lho, Indonesia ‘kan menolak menerapkan syariah, masa karena itu Indonesia mengingkari Islam?” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ade juga menjawab Shamsi, yang memberi contoh beberapa syariat Islam.

“Potong tangan pencuri, itu syariah,” ujarnya. “Halal menggauli budak perempuan, juga syariah,” kata Ade.

Sebagai informasi, perdebatannya dengan Imam Shamsi, berawal dari pernyataan Ade yang mengaku tak percaya, umat Islam, wajib menjalankan syariat.

“Saya beragama Islam, tapi tidak percaya bahwa umat Islam, harus menjalankan syariat Islam,” ucapnya ringan.

“Saya tidak percaya, bahwa umat Islam, harus patuh pada hukum dan aturan Islam yang baku, yang mengatur seluruh sendi kehidupan manusia.”

Berikut pernyataan Ade:

Saya tidak ingin mengatakan bahwa cara berpikir saya yang paling benar, saya tidak ingin mengatakan cara agama saya yang paling benar.

Saya percaya pada kebebasan, pada tiap manusia untuk berpikir dengan caranya masing-masing, saya adalah muslim yang percaya pada Allah.

[Percaya] Pada Nabi Muhammad, pada Al-Qur’an. Saya percaya bahwa Allah, menurunkan ayat-ayat-Nya melalui perantara malaikat-Nya, kepada Nabi Muhammad.

Namun, saya tidak percaya bahwa di dalam Al-Qur’an, termuat hukum Islam yang harus dijalankan dengan cara yang sama, di seluruh dunia, di sepanjang zaman.

Menurut Ade, jika dalam Qur’an terdapat hukum Allah, itu merupakan hukum yang merefleksikan kondisi pada abad ke tujuh di tanah Mekkah [saat ayat itu diturunkan].

“Dan di situlah saya berbeda dengan mereka yang percaya pada penegakan syariah,” jelas Ade.

  • Bagikan