Berita  

Pidato Lengkap Menlu Retno Marsudi, Kecam Keras Israel di Sidang Darurat Majelis Umum PBB

Menlu Retno Israel PBB

Ngelmu.co – Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi–dalam Sidang Majelis Umum PBB–mendesak aksi nyata untuk menghentikan kekerasan dan pembunuhan di Gaza, Palestina.

Ia juga mendesak pembentukan komisi penyelidikan independen untuk menyelidiki kekerasan mengerikan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina.

Retno berpidato pada hari pertama sidang darurat Majelis Umum PBB yang membahas agresi Israel ke Gaza.

Di mana genosida Israel terhadap Palestina, telah membunuh lebih dari 7.000 warga sipil di sana, dan 3.000 di antaranya adalah anak-anak.

Melalui Retno, Indonesia juga mendesak PBB untuk memastikan akses bantuan kemanusiaan dan pelindungan terhadap warga sipil bisa masuk ke Palestina.

Paling utama adalah Indonesia, menolak keras pemindahan paksa warga Palestina dari Jalur Gaza.

Sebab, hal tersebut justru dapat mengancam keberlanjutan perundingan damai dan solusi dua negara.

Baca juga:

Berikut isi pidato Menlu RI Retno Marsudi di podium Majelis Umum PBB–di depan seluruh perwakilan negara peserta–New York, Kamis, 26 Oktober 2023:

@ngelmucoMenteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi dalam sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Jumat (27/10/2023) sore waktu New York atau Sabtu (28/10/2023) dini hari waktu Jakarta.

♬ suara asli – Ngelmu

Bismillahirrahmanirrahim…

Tuan Presiden,

Saya berdiri di sini bukan hanya sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia, tetapi juga sebagai seorang wanita, ibu, dan nenek.

Saya mohon, hentikan pembunuhan! Lindungi warga sipil! Izinkan bantuan kemanusiaan masuk.

Gunakan hati Anda. Gunakan hati Anda untuk keadilan dan kemanusiaan.

Tuan Presiden,

Berkali-kali kita berdiri di depan majelis ini, untuk meringankan penderitaan saudara-saudara dan saudari-saudari Palestina kita.

Berkali-kali kita meminta Majelis Umum untuk mengadakan sesi darurat mengenai nasib rakyat Palestina, berkali-kali harapan kita hancur, karena kepentingan politik yang sempit.

Seakan dunia terbagi dalam realitas yang berbeda. Seolah-olah ada penolakan untuk melihat bencana di Gaza.

Kenyataannya adalah serangan dan pembunuhan terus terjadi.

Namun, di tengah sejumlah besar korban, Dewan Keamanan gagal bertindak, [gagal] menghasilkan tindakan yang tegas.

Dua hari yang lalu, kami mengingatkan Dewan Keamanan, akan kewajiban moral mereka untuk menyelamatkan nyawa orang-orang tidak bersalah.

Kembalikan kemanusiaan ke Dewan Keamanan, dan kemanusiaan harus menjadi yang utama!

Tuan Presiden,

Kehadiran saya di sini hari ini adalah untuk mempertahankan keadilan dan kemanusiaan! Untuk mempertahankan keadilan dan kemanusiaan!

Indonesia mengutuk sekeras-kerasnya kekerasan Israel terhadap warga Palestina, terhadap rumah sakit, dan tempat-tempat ibadah di Gaza!

Pembunuhan sembrono, penculikan, dan hukuman kolektif terhadap warga sipil juga harus dikutuk, karena itu tidak manusiawi, dan melanggar hukum internasional!

Sidang ini harus mencari solusi, di mana Dewan Keamanan, gagal melakukannya.

Majelis Umum harus membuktikan bahwa kita, warga Perserikatan Bangsa-Bangsa, percaya pada martabat dan nilai nyawa manusia.

Dalam hal ini, ada tiga langkah konkret yang harus kita ambil:

Pertama, hentikan agresi untuk mencegah lebih banyak korban warga sipil.

Majelis Umum harus menuntut gencatan senjata segera, yang bertahan lama, dan sepenuhnya dihormati.

Kita harus mampu menghindari terjadinya kekejaman di masa depan.

Majelis Umum harus meminta pertanggungjawaban, termasuk pendirian komisi penyelidikan independen untuk menyelidiki situasi kemanusiaan yang mengerikan ini.

Kedua, pastikan akses kemanusiaan dan perlindungan warga sipil.

Saya mengajak Majelis Umum, bersama-sama dengan lembaga-lembaga PBB yang relevan, untuk meningkatkan upaya dalam memberikan bantuan kemanusiaan di Gaza.

Kita harus terus mendukung upaya Sekretaris Jenderal PBB dan negara-negara kunci untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan dilakukan.

Dengan kerusakan dan penderitaan manusia di Gaza, 10, 20, 100 truk barang kemanusiaan, tidaklah cukup!

Oleh karena itu, Majelis Umum harus mendesak bantuan kemanusiaan segera, tanpa batasan, dan berkelanjutan.

Untuk bagian kami, kami akan menaikkan tiga kali lipat kontribusi sukarela kami kepada UNRWA, dan mengajak komunitas internasional untuk mendukung UNRWA.

Indonesia berkomitmen untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan.

Baca juga:

Ketiga, tolak pemindahan paksa warga sipil di Gaza!

Rekan-rekan, manusia seharusnya tidak dipaksa untuk pindah, yang bertentangan dengan kehendak mereka.

Perintah untuk mengungsikan wilayah Gaza Utara, hanya menambah kehancuran akibat pengeboman terus-menerus atas rumah-rumah tinggal, pemblokiran pasokan listrik, gas, bahan bakar, air, dan bertahun-tahun hukuman kolektif.

Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan!

Majelis Umum harus mendesak agar perintah evakuasi ini dihentikan.

Lindungi warga sipil, dan pastikan keselamatan serta kesejahteraan mereka, terutama anak-anak, dan izinkan mereka bergerak dengan aman.

Tuan Presiden,

Poin terakhir saya, tidak akan ada perdamaian sampai kita menyelesaikan akar penyebab konflik.

Tidak akan ada perdamaian sampai kita menyelesaikan akar penyebab konflik!

Pemulihan proses perdamaian untuk mewujudkan solusi dua negara adalah suatu keharusan.

Kita harus menghentikan upaya sistematis kekuatan pendudukan yang mungkin tidak meninggalkan apa-apa untuk dinegosiasikan atau siapa pun yang tersisa untuk berunding.

Kita tidak boleh membiarkan rakyat Palestina, tidak punya pilihan lain, selain menerima ketidakadilan sepanjang hidup mereka.

Ini adalah kewajiban kita untuk menghentikan ketidakadilan, sekarang!

Cukup! Sudah cukup!

Kesimpulannya, jika Anda peduli terhadap kemanusiaan, gunakan hati Anda untuk memberikan suara setuju terhadap resolusi ini [General Assembly Draft Resolution, 10th Emergency Special Session].

Indonesia, bersama rakyat Palestina! Terima kasih banyak, Tuan Presiden.