Suhud Aliyudin

PKS: Suara Jokowi di Jateng dan Jatim Berpotensi Beralih ke Prabowo-Sandi

Diposting pada 494 views

Ngelmu.co – Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga, mengatakan bahwa strategi capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam meraup suara di lumbung Jokowi gagal total. Hal itu, ditanggapi oleh Direktur Pencapresan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Alyuddin. Suhud menyatakan bahwa hasil Pilkada Serentak 2018 bisa dijadikan acuan bahwa Prabowo-Sandi di beberapa daerah yang didominasi oleh suara pendukung Jokowi kini telah berubah haluan.

“Di basis partai-partai pendukung Jokowi seperti di Jawa Tengah dan Jawa Timur terjadi perubahan cukup signifikan. Ini yang akan menjadi potensi perubahan dukungan pada Pemilu 2019 mendatang,” kata Suhud saat dihubungi, Jumat (9/11/2018), dikutip dari Liputan6.

Suhud mengatakan bahwa persentase kinerja pemerintah di bidang ekonomi juga masih rendah. Persentase kinerja pemerintah di bidang ekonomi yang rendah tersebut, menurut Suhud, bisa mempengaruhi arah suara dari swing voters untuk beralih dukungan ke Prabowo-Sandi.

Baca juga: Lonjakan Suara Asyik dan Lampu Kuning Jokowi

“Kinerja pemerintah yang rendah di bidang ekonomi dengan indikasi pertumbuhan yang mentok di angka lima persen saya kira akan menjadi pertimbangan para swing voters untuk mendukung pasangan Prabowo-Sandi,” papar Suhud.

Suhud juga menilai bahwa survei Jokowi terkesan stagnan dengan persentase 50 persen yang berpotensi mudah untuk dikalahkan.

“Kita justru bisa melihat sejumlah survei yang memperlihatkan elektabilitas Pak Jokowi cenderung stuck di kisaran 50-an persen. Angka itu sangat rawan dan berpotensi mudah dikalahkan,” ujar Suhud.

Sambutan untuk Sandiaga

Diketahui sebelumnya bahwa Arya Sinulingga menilai strategi mencuri suara di lumbung suara Jokowi yang dilakukan pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga gagal. Arya mengungkapkan contoh ketika cawapres Sandiaga Uno kampanye ke Sulawesi Utara, masyarakat sepi menyambutnya.

“Kita tahu Mas Sandi kemarin ke Sulawesi Utara yang merupakan lumbung suara Pak Jokowi misalnya, di sana yang datangnya sedikit, responsnya sedikit betul. Itu kenyataan. Senyap betul,” ujar Arya, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2018).

Arya menyatakan adalah fakta kehadiran Sandi memang tak disambut riuh. Oleh karena itu, Arya menyarankan agar kubu Prabowo-Sandi tak perlu merebut suara di tempat Jokowi-Ma’ruf karena akan percuma.