Reaksi Ahmad Mufti Salim Usai Gus Miftah Identikkan Wahabi dengan PKS

Gus Miftah PKS Wahabi

Ngelmu.co – Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah), ceramah di Lapangan Cipta Karya Kalianda, Lampung Selatan pada Jumat (12/1/2024) lalu.

Pengajian akbar tersebut digelar oleh PW Muslimat NU Lampung.

Lalu, Miftah menjadi sorotan, bahkan menuai berbagai kritik, karena pernyataannya sendiri.

Menurut Miftah, dakwah yang sifatnya menakut-nakuti, dilakukan oleh Wahabi, dan ia mengatakan jika Wahabi, identik dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

“Menyenangkan itu NU, yang sukanya menakut-nakuti? Wahabi. Wahabi itu di Indonesia, identik dengan PKS…” demikian pertanyaan Gus Miftah.

Baca juga:

Mendapati hal ini, Ketua Umum DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim pun buka suara.

Melalui dua video yang terunggah di akun TikTok @ahmadmuftisalim, ia bicara.

Video pertama:

Ngawur ini Gus Miftah. Sudah cara menerjemahkannya enggak benar, cara menafsirkannya juga enggak komprehensif.

Saya ngajak Gus Miftah, ngaji bareng, ayo, kita buka tafsir kitab ahlussunnah wal jamaah di depan ulama Lampung.

Karena ceramahnya di depan Gubernur dan Ketua MUI Lampung, ayo, kita buka kitab tafsir ahlussunnah wal jamaah.

Bagaimana yang benar cara menjelaskan ayat itu di depan Ketua MUI Prof Muhammad Mukri dan di depan Pak Gubernur, sekalian, Pak Arinal, serta ulama-ulama se-Provinsi Lampung.

Mari kita ngaji bareng, Gus Miftah yang salah, atau saya yang salah memahami? Karena PKS tidak seperti itu.

Ini tantangan saya untuk Gus Miftah, mudah-mudahan segera dijawab.

@ngelmucoKetua Umum DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim, mengkritik Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah), karena saat bicara di Lapangan Cipta Karya Kalianda, Lampung Selatan pada Jumat (12/1/2024) lalu, ada pernyataan Miftah yang bunyinya, “Yang sukanya menakut-nakuti? Wahabi. Wahabi itu di Indonesia, identik dengan PKS…” Simak selengkapnya pada video ini, dan silakan sampaikan tanggapan kalian masing-masing di kolom komentar.♬ suara asli – Ngelmu

Video kedua:

Gus Miftah dalam ceramahnya di Lampung Selatan, selain cenderung provokatif, beliau sembrono dalam menjelaskan ayat ke-48, QS. Al-An’am.

Sembrononya seperti apa?

Pertama, dalam menerjemahkan kata مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ, beliau terjemahkan مُبَشِّرِينَ itu menyenangkan, مُنْذِرِينَ menakut-nakuti.

Ini cara menerjemahkan yang salah, مُبَشِّرِينَ itu artinya memberi kabar gembira, bukan menyenangkan.

Sedangkan مُنْذِرِينَ arti yang betul bukan menakut-nakuti, tapi memberi peringatan.

Kedua, salah dalam menafsirkan ayat مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ, seolah-olah Rasul itu tugasnya hanya mubashir.

مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ memakai kata وَ, [jadi] dua-duanya tugas Rasul.

Ya, مُبَشِّرِ, tugas pertama, memberi kabar gembira, juga وَمُنْذِرِ, memberi peringatan.

Cara [menerjemahkan Gus Miftah] seperti ini adalah cara menafsirkan yang tidak tepat.

Terlebih, dampaknya dari cara menerjemahkan dan cara menafsirkan yang salah tadi.

Berdampak kepada adu domba antarumat, saling merendahkan, dan seterusnya.

Maka tiap kita, ketika menafsirkan sebuah ayat, mesti dengan tafsir yang benar.

Tidak ngawur, tidak sembrono, apalagi bisa berdampak kepada retaknya persatuan umat.