Selamat Jalan, Eril

  • Bagikan
Selamat Jalan Eril

Ngelmu.co – Berbagai pihak terus menyebut nama Emmeril Kahn Mumtadz (Eril), sejak ia dinyatakan hilang di Sungai Aare, Bern, Swiss, pada Kamis (26/5/2022) lalu.

Bukan hanya karena ia adalah putra sulung dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil).

Namun, juga karena sejak kabar duka itu terdengar, berbagai kebaikan Eril, pun terus mengudara.

“Kebaikan Eril, membuat jutaan doa, setiap hari dilantunkan oleh orang-orang untuknya.”

“Kita tidak pernah tahu doa siapa yang mampu untuk menembus langit.”

“Bisa jadi dari orang yang kamu bantu di dalam gelapnya malam, atau yang kamu beri secara terang-terangan maupun [diam-diam].”

“Dari Eril, kita belajar untuk tidak berhenti melakukan kebaikan, di mana pun berada, dan kebaikan itu akan kembali kepada kita, dengan cara dan bentuk yang tidak kita sangka.”

“Bukan hanya ratusan atau ribuan, tapi jutaan yang mendoakanmu, Ril.”

“Dari anak-anak yatim di desa-desa, tukang ojek dan becak di belokan jalan kota, sampai ulama-ulama di Palestina.”

“Dari mereka yang dekat dengan hatimu, sampai mereka yang sama sekali tidak mengenalmu.”

“Mungkinkah ini karena kebaikanmu membelikan baju Lebaran kepada anak-anak yatim itu?”

“Atau karena kebaikanmu mengasih THR dari uangmu sendiri ke satpam-satpam itu, Ril?”

“Mungkinkah ini balasan dari doa-doa malammu, dan akhlak muliamu yang selalu menebar senyum penuh radiasi bahagia itu, Ril?”

“Mungkinkah ini buah dari saat kamu hujan-hujan memimpin anak-anak muda membagikan sedekah kepada panti asuhan dan duafa-duafa tua itu, Ril?”

“Jika masih ada, Eril, pasti tidak terlalu senang jika amal atau kebaikannya diceritakan.”

“Namun, sesuai saran ulama, ini adalah kewajiban saya selaku ayah, dan ini adalah hak dari Eril, yang sudah berpulang, yang wajib [ditunaikan].”

“Inilah berjuta alasan juga, kenapa kami sudah sangat mengikhlaskan kepergiannya.”

Baca Juga:

Pemakaman ananda Atalia Praratya (Lia), Eril, berlangsung pada Senin (13/6/2022) pagi tadi.

Di permakaman keluarga yang berada di area Islamic Center, Cimaung, Banjaran, Kabupaten Bandung.

Sebelumnya, Emil yang menjemput ke Swiss, menyemayamkan jasad Eril di [rumah dinas Gubernur Jabar] Gedung Pakuan, Kota Bandung.

Sejak Ahad (12/6/2022) malam itu pula, pihak keluarga membolehkan masyarakat, jika ingin melakukan salat jenazah untuk almarhum Eril.

Kesempatan tersebut diberikan hingga Senin (13/6/2022) pagi tadi, pukul 08.00 WIB.

Setelahnya, jenazah Eril, [dibawa] menuju permakaman yang terletak di kampung halaman sang ibunda.

Eril yang lahir di New York, 25 Juni 1999, tumbuh besar di Indonesia; Kota Bandung, tepatnya.

Ia menuntaskan pendidikan di ibu kota Jawa Barat tersebut; lulus dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB.

Pada Jumat (27/5/2022), kabar hilangnya Eril di Sungai Aare, Bern, Swiss, beredar luas.

Lalu, pada Jumat berikutnya, 3 Juni 2022, Emil menyampaikan bahwa putra pertamanya telah meninggal [meski jasad belum ditemukan].

“Dengan ini, kami secara resmi melepas dan mengikhlaskan sepenuh hati, atas berpulangnya anak kami tercinta, ananda Emmeril Kahn Mumtadz.”

Sampai pada Jumat (10/6/2022), baik Emil pun Lia, mengabarkan bahwa jasad Eril, telah ditemukan.

Tepatnya pada Rabu, 8 Juni 2022 pagi, di area pintu air Engehalde.

Baca Juga:

“Hari Jumat [26 Mei 2022], awal ramai berita kehilangan Eril. Jumat berikutnya [3 Juni 2022], status hilang [dinyatakan] berpulang [meninggal]. Hari Jumat ini [10 Juni 2022], ramai lagi kabar jasad ditemukan.”

“Bukan kebetulan, semua ketetapan Allah. Jumat, hari terbaik penuh berkah saat munajat mustajabah, jutaan doa dan salat gaib dikirim untuk Eril.”

“Allahu Akbar! Apa ini pertanda husnul khatimah? Allah Maha Tahu.”

“Boleh jadi, wasilah dari kebaikan-kebaikan semasa hidup yang mengundang rida Allah. Tenggelam di jalan ilmu, pahala syahid; insya Allah.”

Pagi tadi, petugas menurunkan peti jenazah dari mobil, dan membawanya menuju liang kubur.

Muzammil Hasballah pun mengumandangkan azan [sebelum jenazah Eril, dimasukkan ke liang lahat].

Emil dan istri, tampak berdiri di bibir liang kubur, kala sejumlah petugas menurunkan jenazah Eril.

Emil mencangkul tanah pertama, kemudian para petugas melanjutkan; menyelesaikan pemakaman.

Selamat jalan, Eril.

@ngelmuco Selamat jalan, #EmmerilKahnMumtadz … Selamat jalan, #Eril ♬ Sedih – Instrumental – Asraf Studio

  • Bagikan