Soal Blusukan Risma, Gembong: Anies Berpikir Positif Saja, Gak Usah Baper

  • Bagikan
Gembong Anies Gak Usah Baper

Ngelmu.co – Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, mengatakan dengan blusukannya Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, maka dapat terjalin kerja sama serta kolaborasi, demi tuntasnya penanganan tunawisma.

‘Berpikir Positif Saja, Enggak Usah Baper’

Maka Gembong, pun meminta agar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk berpikir positif.

“Justru dengan blusukan yang dilakukan okeh Kemensos, akan terbangun kolaborasi penanganan tunawisma dan PMKS [penyandang masalah kesejahteraan sosial] secara menyeluruh,” tuturnya.

“Anies berpikir positif sajalah, enggak usah baper,” sambung Gembong, mengutip Detik, Kamis (7/1).

Lebih lanjut, ia, membahas soal permintaan Anies kepada Kadinsos, untuk mengecek tunawisma yang ditemui oleh Risma, di Jalan Sudirman-Thamrin.

Gembong, mengaku telah memberi masukan agar Pemprov DKI, melakukan penelusuran sendiri.

“Beberapa hari yang lalu, saya sudah menyampaikan, perlu ada penelusuran terhadap tunawisma,” akuannya.

“Agar Pemprov ataupun Kemensos, dapat membantu para tunawisma dan PMKS dengan tuntas,” imbuhnya, Rabu (6/1) kemarin.

‘Saya Pikir Itu Hal yang Positif’

Gembong, juga menilai langkah Anies meminta Kadinsos DKI untuk mengecek sendiri merupakan hal yang positif.

Tetapi menurutnya, seharusnya Anies, mengambil hikmah dari blusukan Mensos Risma, di Jakarta.

“Ya, instruksi Gubernur kepada Kadinsos untuk melakukan pengecekan, saya pikir itu langkah positif, agar pemprov tidak menduga-duga,” kata Gembong.

“Dan seharusnya Pemprov, ambil hikmah dari blusukannya Risma, kalau penanganan tunawisma dilakukan dengan baik oleh pemprov, saya yakin, Bu Risma, tidak akan mendatangi tunawisma di kolong jembatan,” sambungnya.

“Penanganan Pemprov bukan tidak baik, tapi tidak menyentuh akar masalah tunawisma,” lanjutnya lagi.

Blusukan Risma Pasca Jabat Mensos

Pasca resmi menjabat Mensos, Risma, memang kerap blusukan, seperti pada Senin (4/1) lalu.

Ia, menemui gelandangan dan pemulung di kawasan Sudirman-Thamrin, dan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Risma, blusukan menyusuri jalur pedestrian Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, dan bertemu dengan tiga gelandangan.

Mantan Wali Kota Surabaya itu mengajak ketiga orang tersebut untuk tinggal di tempat penampungan.

Kepala Bagian Publikasi dan Pemberitaan Kemensos, Herman Kuswara, juga mengungkapkan alasan blusukan Risma, di Jakarta.

“Yang pertama, ingin melakukan pemetaan permasalahan-permasalahan sosial yang aktual dan faktual sehingga Ibu [istilahnya dengan blusukan] melihat beberapa titik itu, sebetulnya ingin ‘memotret’,” ujarnya, Senin (4/1).

“Sejauh mana permasalahan-permasalahan sosial yang ada dan berkembang saat ini, yang memiliki urgensi untuk segera ditangani, ‘kan itu,” jelas Herman.

Anies Minta Kadinsos Mengecek

Merespons itu, Anies, meminta Kadinsos mencari sosok tunawisma yang ditemui oleh Risma.

“Kami, saya, Pak Gubernur, memerintahkan langsung Kadinsos untuk mengecek siapa orangnya,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

“Kenapa ada di situ. Setahu kami, jalan ke Jalan Sudirman-Thamrin itu cukup jauh. Kalau ada di pinggiran-pinggiran, ada betul,” imbuhnya.

Di kolong jembatan, kata Riza, betul masih ada. Di seluruh Indonesia, pun demikian, ada orang yang belum memiliki rumah.

“Mencari tempat berteduh, tinggal di tempat yang paling baik dan paling enak, di antaranya tempat yang paling enak bagi tunawisma adalah di kolong jembatan,” ujarnya.

“Kalau kita ke kota-kota di seluruh Indonesia, bahkan, mana mungkin, di negara lain juga ada tunawisma yang memang tinggal berteduh di kolong-kolong jembatan,” lanjut Riza.

Penjelasan Kasatpol PP DKI

Terlepas dari itu, Kasatpol PP DKI Jakarta, Arifin, juga menanggapi temuan sejumlah tunawisma oleh Mensos Risma, di Sudirman-Thamrin, Jakpus.

Ia, menyebut jika selama ini tidak pernah menemukan tunawisma di sepanjang jalan tersebut.

“Ya, selama ini sih kita enggak pernah dapatkan yang di Sudirman-Thamrin, ya,” ungkap Arifin, Kamis (7/1).

Pihaknya juga mengaku, selama ini hanya menemukan tunawisma di pinggiran Thamrin.

Di mana tunawisma tersebut, menurutnya, memang mencari barang-barang bekas di sekitaran lokasi.

“Jadi yang ada ‘kan biasanya di dalam, ya, di lingkungan lebih ke dalam, mereka mengais sisa-sisa barang yang mungkin bisa dia jual-belikan lagi, kayak semacam manusia gerobaklah kira-kira,” jelas Arifin.

Selama ini, lanjutnya, tunawisma [yang ia sebut dengan istilah manusia gerobak] sebetulnya memiliki tempat tinggal.

Maka menurut Arifin, mereka tidak bisa dikatakan sebagai orang susah di kampung halamannya.

“Kita tahulah, bahwa banyak orang yang seperti itu juga, ternyata di kampung halamannya ‘kan bukan orang sulit, bukan orang susah,” bebernya.

“Kadang-kadang, enggak semuanya orang yang betul-betul enggak punya rumah, tapi memang profesinya saja yang ngumpulin barang-barang bekas itu,” jelas Arifin.

Baca Juga: Anies Minta Kadinsos Cek Sosok Tunawisma yang Ditemui Mensos Risma

Lebih lanjut, beberapa hari lalu, pihaknya mengaku menjangkau sejumlah PMKS di wilayah Menteng.

Selama ini, kegiatan itu rutin dilakukan bersama Dinsos DKI Jakarta, klaim Arifin.

“Iya, sebenarnya kita selalu bersama dengan Dinas Sosial, di mana ada tempat-tempat yang terjadi adanya gelandangan, ya, itu pasti dilakukan pembinaan,” jelasnya.

“Ada pantinya juga, ada tempatnya. Rutin itu dilakukan, terakhir beberapa hari kemarin saja, dua hari yang lalu kalau enggak salah,” pungkas Arifin.

  • Bagikan
ngelmu.co