Menteri Layak Reshuffle

Survei 10 Menteri yang Diharapkan Kena Reshuffle, Posisi Pertama Bukan Menkes Terawan

Diposting pada 665 views

Ngelmu.co – Sejak wabah virus Corona, muncul di Wuhan, Cina, dan belum masuk ke Indonesia, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, terus mendapat sorotan. Publik kerap bertanya, bagaimana langkahnya sebagai Menkes, mencegah hingga menghadapi pandemi yang kini dikenal sebagai COVID-19.

Sayangnya, jawaban Terawan, tak jarang menuai kontroversi, ketika Corona, belum masuk ke Indonesia.

Begitupun dengan pernyataannya soal angka kematian akibat batuk pilek, jauh lebih tinggi daripada COVID-19.

Maka ketika Presiden Joko Widodo, menyampaikan ancaman akan merombak kabinet—reshuffle—jika tak ada upaya maksimal dari para jajaran dalam menangani krisis akibat Corona, nama Terawan, kerap di-‘sodorkan’.

Menariknya adalah saat Indonesia Political Opinion (IPO), melakukan survei terkait menteri dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju, yang diharapkan masuk bursa reshuffle, hasilnya?

Bukan Menkes Terawan yang ada di posisi pertama.

Melainkan, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, dengan suara sebesar 64,1 persen, dari total responden.

“Paling muncul pertama ini bukan nama yang asing, Yasonna Laoly, ada 64,1 persen, paling layak dilakukan reshuffle.”

Demikian disampaikan Direktur IPO, Dedi Kurnia Syah, dalam acara Diskusi Polemik Trijaya, seperti dilansir CNN, Sabtu (4/7) lalu.

Sementara Menkes Terawan, ada di posisi kedua dengan suara sebesar 52,4 persen, disusul:

  • Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziah, dengan 47,5 persen suara;
  • Menteri Agama, Fachrul Razi, dengan 40,8 persen suara;
  • Menteri KKP, Edhy Prabowo, dengan 36,1 persen suara;
  • Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut B Panjaitan, dengan 33,2 persen suara;
  • Menteri Sosial, Juliari Batubara, dengan 30,6 persen suara.
  • Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, dengan 28,1 persen suara,
  • Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, dengan 24,7 persen suara, dan
  • Menteri BUMN, Erick Thohir, dengan 18,4 persen suara.

Baca Juga: Jokowi Ancam Reshuffle, Publik Sodorkan Nama Menteri yang Perlu Diganti

Lebih lanjut Dedi, menuturkan sisi menarik dari survei yang dilakukan oleh tim-nya.

Di mana menteri yang diharapkan publik untuk kena reshuffle, justru mereka yang dianggap paling dekat dengan Jokowi.

Yasonna misalnya, yang merupakan rekan satu kader dengan presiden, yakni sama-sama dari partai PDIP.

Sama halnya dengan Erick Thohir, yang jelas dikenal sebagai ketua tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Jangan sampai kedekatan itu, membuat mereka kemudian tidak berupaya lebih baik karena merasa aman dari kritik dan koreksi dari presiden,” kata Dedi.

Ia juga mengungkapkan, jika keinginan masyarakat agar Jokowi, me-reshuffle kabinetnya, meningkat jika dibandingkan dengan survei sebelumnya, yakni pada 100 hari kerja Jokowi-Ma’ruf.

Sebelumnya, hanya 42 persen responden yang menganggap reshuffle perlu dilakukan, tetapi kini mencapai 72,9 persen.

Perlu diketahui, survei IPO, dilakukan kepada 1.350 responden, tersebar di 135 desa dari 30 provinsi, pada periode 8-25 juni 2020.

Dengan metodologi survei menggunakan metode well-being, di mana responden tidak hanya diberikan pertanyaan, tetapi juga dibekali pengetahuan dasar seperti nama serta kebijakan menteri terkait.