Tinggi Gunung Anak Krakatau Berkurang 228 Meter

Diposting pada 126 views

Ngelmu.co – Tinggi Gunung Anak Krakatau berkurang. Tadinya tinggi Anak Krakatau adalah 338 meter, namun kini tinggi Anak Krakatau 110 meter. Hal itu artinya tinggi Anak Krakatau berkurang sebanyak 228 meter.

Berkurangnya tinggi Gunung Anak Krakatau tersebut diungkapkan oleh Badan Geologi Kementerian ESD. Sekretaris Badan Geologi Kementerian ESDM, Antonius Ratdomopurbo di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (29/12/2018), menyatakan bahwa tinggi Anak Krakatau yang berkurang dikarenakan longsoran akibat erupsi.

“Kita melihat kondisi kemarin sore itu terkonfirmasi bahwa Gunung Anak Krakatau itu tingginya yang semula 338 meter sekarang ini ya kira-kira hanya 110 meter,” kata Antonius, dikutip dari Detik.

Antonius mengatakan bahwa pengamatan secara visual pada 28 Desember pukul 00.00-12.00 WIB, tinggi asap letusan Gunung Anak Krakatau mencapai 300 meter dari atas puncak kawah dan abu vulkaniknya ke arah timur-timur laut. Sedangkan pemantauan yang dilakukan kembali pada pukul 14.18 WIB, Sabtu (28/12), asap letusan tidak berlanjut.

Antonius memaparkan bahwa ketika tidak ada letusan, puncak Anak Krakatau tak terlihat lagi dan tinggi Anak Krakatau terpantau lebih rendah daripada Pulau Setung. Antonius menuturkan jika di dalam foto yang diambil dari Pos Pasuruan itu tinggi Anak Gunung Krakatau tidak melebihi dari background Pulau Setung, padahal sebelumnya jauh lebih tinggi.

Antonius menjelaskan jika berkurangnya tinggi Anak Krakatau diperkirakan karena adanya proses rayapan tubuh gunung api disertai laju erupsi yang tinggi pada 24-27 Desember 2018.

Sebelumnya diberitakan bahwa Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari waspada level II menjadi siaga level III. Sebab, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau semakin aktif pasca meletus pada 22 Desember 2018 yang menyebabkan gelombang tsunami Banten dan Lampung Selatan. Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Banten, pun telah bergerak mengungsikan masyarakat yang berada di pesisir Selat Sunda ke daerah yang lebih tinggi.