Tsamara: Kritik ke Megawati di Twitter Didasari Emosional

  • Bagikan
Sumber: Instagram Tsamara Amany

Ngelmu.co – Setelah menjadi pembicaraan publik luas, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany, angkat suara terkait beredarnya cuitan tentang Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang beredar di twitter. Tsamara mengakui tulisan tersebut benar merupakan kicauannya di Twitter. Namun, saat menulis itu, Tsamara menyebut dirinya masih berusia 18 tahun. Oleh karena itu, cuitannya tersebut tanpa pertimbangan rasional dan belum mempunyai afiliasi politik apapun.

Sebelumnya, ramai beredar cuitan yang ditulis Tsamara dalam bentuk poster digital yang bertuliskan ‘Megawati Tak Pantas Pimpin PDIP’ dan ‘Saatnya Jokowi Ambil Alih PDIP’.

“Ini sebenarnya tweet lama yang dilontarkan anak 18 tahun, baru bikin twitter, menggebu soal politik dan belum tahu apapun. Tweet-nya hanya didasari pertimbangan emosional,” ujar Tsamara, seperti yang dilansir oleh CNN Indonesia, Jumat (16/3).

Tsamara menegaskan bahwa cuitan itu tak terkait dengan kepengurusannya di PSI saat ini. Hal tersebut dikarenakan, perempuan yang pernah menjadi staf magang mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersebut baru bergabung dengan PSI pada tahun 2017. Menurut Tsamara, hal tersebut bukan merupakan sikap resmi PSI.

Menurut Tsamara, hal tersebut merupakan upaya menggoreng isu lama saja yang tidak relevan lagi hari ini. Tsamara meyakini bahwa kemunculan cuitan itu hanya merupakan upaya adu domba antara PSI dengan PDIP sebagai sesama pendukung Presiden Joko Widodo.

Tsamara mengklaim bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan pihak PDIP untuk mengklarifikasi cuitan tersebut. PDIP, menurut Tsamara, merespons dengan baik dan memaklumi tulisan yang ia cuitkan.

“Lagipula niat jahat apa yang akan dilakukan anak 18 tahun. Kalau saya bilangnya (mencuitkan) baru hari ini, artinya memang saya tidak belajar,” kata Tsamara.

Ia mengaku sejak di PSI telah belajar untuk mengkritik dengan cara yang bijak dan rasional. Tsamara menyadari bahwa tulisan yang ia cuitkan saat itu sebagai proses pembelajaran. Dia juga menyatakan bahwa dirinya tidak malu untuk mengakui bahwa apa yang di-tweet-kan dirinya di tahun 2015 itu tidak bijak.

Tsamara menyebutkan bahwa tak menutup kemungkinan bagi dirinya untuk menempuh langkah hukum dengan melaporkan akun-akun yang menyebarkan cuitan lamanya tersebut ke polisi. Akan tetapi, dirinya merasa banyak hal yang harus diurusi alih-alih mempersoalkan cuitan tersebut.

“Saya enggak pengin mencari tahu siapa orang-orang ini karena banyak hal yang harus kita urusi. Jadi jangan bikin isu adu domba lagi seperti ini,” tutup Tsamara.

  • Bagikan