Ada ‘3 Periode’ di Billboard 3 Kader PKS

  • Bagikan
3 Periode Billboard PKS

Ngelmu.co – Isu ‘3 Periode’ membuat tiga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS), bersuara melalui billboard.

Meski singkat, ketiganya berupaya menyampaikan pesan dengan tegas dan jelas.

Dua di antaranya–Muhammad Kholid dan Pipin Sopian–adalah juru bicara partai, sementara Yoandro Edwar merupakan Sekretaris Bidang Pembinaan dan Pengembangan Desa DPP PKS.

Billboard Kholid, terpasang di persimpangan jalan Universitas Indonesia (UI) dan Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat (Jabar).

Billboard Pipin, terpasang di Jalan Veteran, Sadang, Purwakarta, Jabar, sedangkan billboard Yoandro, terpasang di Jalan Kaliurang, Yogyakarta.

Menjadi perhatian, lantaran billboard ketiganya ‘menyentil’ isu ‘3 Periode’ dengan diksi yang menggelitik.

Kholid bilang, “3 Periode? Boleh, asal jadi kepala desa!”

Pipin mengatakan, “BBM naik, minyak goreng naik, pajak naik, listrik mau naik, utang naik, 3 Periode, Endgame!”

Yoandro menekankan, “Yen 3 periode, dadi lurah wae [kalau (mau) 3 periode, jadi lurah saja].”

Kholid tampak sederhana dengan kemeja putih, sementara Yoandro, tampil dengan kemeja kotak-kotak.

Pipin agak berbeda, karena memilih kostum ala ‘Avengers: Endgame’, dan melengkapi logo PKS di bagian dada.

Namun, billboard ketiganya punya satu tujuan. ‘Menyentil’ isu sentral; wacana masa jabatan presiden ‘3 Periode’.

Baca Juga:

Bukan cuma itu, cara ini juga dinilai menjadi gambaran, jika PKS merupakan sarangnya politikus muda kreatif.

“Menjaga napas panjangnya dalam melewati lorong sunyi oposisi, dan sukses menempuh rute berat itu dengan asyik.”

Mereka tetap tegas menolak wacana ‘3 Periode’, tetapi dengan cara yang elegan.

“Hingga kian menguatkan positioning PKS, sebagai oposisi.”

Billboard tadi juga memberi dampak positif bagi ketiga calon legislator.

Sebab, mereka sudah ‘muncul’ di bakal daerah pemilihan masing-masing.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Pipin Sopian (@pipin.sopian.90)

Strategi Kholid, Pipin, dan Yoandro itu juga merupakan turunan kebijakan PKS, yang hendak menghadirkan milenial ke ranah politik.

Beberapa waktu lalu, PKS memang mencanangkan kuota 15 persen, untuk caleg milenial.

“Anak muda bukan hanya sebagai alat penggaet suara, tetapi adalah wakil dari generasi muda itu sendiri.”

Demikian pernyataan Presiden PKS Ahmad Syaikhu pada satu kesempatan.

Namun, inti dari segala inti adalah ketegasan PKS dalam menolak isu ‘3 Periode’.

  • Bagikan