Ari Wibowo soal Banjir: Tangani dengan Logika, Bukan Kata atau Ayat

  • Bagikan
Ari Wibowo soal Banjir: Tangani dengan Logika, Bukan Kata atau Ayat

Ngelmu.co – Banjir yang kembali melanda Jakarta, menyita perhatian banyak pihak, termasuk aktor, Ari Wibowo. Lewat akun Instagram pribadinya, ia menyampaikan komentar soal bencana yang melanda ibu kota tersebut.

Awalnya, Ari mengunggah video delapan orang remaja yang asyik bermain TikTok, di tengah banjir.

“Inilah warga DKI.. ♥️ Apa pun kondisi dan situasi. Dibawa hepi aja lah,” tulis @ariwibowo_official, Selasa (25/2).

Kemudian, ia justru mengingatkan, tentang berharganya suara rakyat dalam menentukan pilihan.

“Makanya, suara kita itu sangat berharga. Next time kita harus lebih pintar ya milihnya,” lanjut Ari.

Selain publik harus bisa lebih pintar dalam memilih, ia juga menyampaikan pendapatnya soal bagaimana cara menangani banjir.

“Banjir itu harus ditangani dengan logika, bukan dengan kata maupun ayat,” pungkasnya.

Merasa kalimat akhir pada caption unggahan itu tak layak, warganet pun menyampaikan beragam komentarnya.

Ada yang meminta Ari tidak asal bicara.

diponegoro.ariwibowo: Coba lihat curah hujan, Pak. Jangan asal komen. Ilmiah sedikit. Amerika saja banjir kalau hujannya extreme.

Sebagian mengingatkan, jika di zaman kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pun Jakarta mengalami banjir.

vivi_ameerah_: Ahok jadi gubernur aja Jakarta tetap banjir kok. Mereka yang pro Ahok, terlalu subjektif, ga ngelihat fakta curah hujan extreme.

delvisari_: Benar syekaliiii, pro Ahok semua rata-rata di sini.

Sementara beberapa lainnya, mengaku kecewa dengan kata-kata yang Ari tulis, pada unggahan tersebut.

ria_fs: “Yah, kemarin ngefans banget sama Mas Ari, setelah bikin caption ini jadi berkurang ngefansnya.

Bukan karena masalah banjir dan lain-lain, siapa yang patut disalahkan sih.

Tapi ‘kan semua yang hatinya dan pikirannya jalan, pasti tau banjir itu akibat “banyak hal” bukan 1 orang saja.

Jadi mungkin kalau kita mau lebih elok, tidak memperkeruh kondisi “perdebatan” dan ikut ramai-ramai memanaskan sumbu di tengah musibah.

Akan lebih baik ya, siapapun pemimpinnya, karena kita ga tau esok, bisa jadi kita atau orang sekitar kita yang jadi pemimpin.

Kita ga mau dapat perlakuan yang sama ‘kan. Thanks, hanya masukan, ditulis dengan tenang, tanpa marah-marah.”

taufik_veranida: Jadi ga respect dengan bahasanya.

safitrideviani: Yang jelas siapapun pemimpinnya, ga ada yang bisa ngilangin banjir Jakarta “seketika”. Please, berhenti saling menyalahkan pemimpin, ga mudah lho jadi mereka.

Baca Juga: Tuding Mal Sebagai Penyebab Banjir, Warga Pertanyakan Gubernur yang Beri Izin

Diketahui, hujan yang terjadi sejak Selasa (25/2) dini hari hingga pagi, menyebabkan banjir di sejumlah titik di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan banjir terjadi di lebih dari 200 RW, dari total keseluruhan 2.738 RW.

“Kontak kami di 112, datang ke kelurahan terdekat. Kami bantu respons semua yang jadi kebutuhan masyarakat,” ujarnya, di Pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa (25/2).

  • Bagikan