Bukan Hoax, Ini Daftar Proyek yang akan Ditawarkan ke China

Diposting pada 5.459 views

Ngelmu.co – April 2019 mendatang, pemerintah menyatakan akan kembali ‘menjual’ proyek infrastruktur kepada investor China. ‘Penjualan’ ini akan dilakukan di Beijing, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) II The Belt and Road Initiative (Jalur Sutera) modern. Proyek disiapkan dengan nilai US$91,1 miliar atau setara dengan Rp1.296,9 triliun, mengacu kurs Rp14.237 untuk ditawarkan.

Gambar terkait

“Proyeknya ada 28,” ujar Deputi III Bidang Infrastruktur Kemenko Maritim, Ridwan Djamaluddin, seperti dilansir dari CNN.

Dan berikut rincian dari proyek-proyek yang akan ditawarkan dalam KTT The Belt and Road Initiative kedua:

[read more]

Proyek di Bali

  1. Taman teknologi Pulau Kura-Kura

Proyek di Kalimantan Utara

  1. Kawasan industri dan pelabuhan internasional Tanah Kuning
  2. Zona ekonomi terpadu Indonesia Strategis Industri (ISI) Tanah Kuning
  3. Taman indsutri ASK Gezhouba Tanah Kuning, Mangkupadi
  4. Infrastruktur kawasan industri dan fasilitas publik Tanah Kuning Kawasan Industri
  5. Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning
  6. SEB-KPP-state grid integrated solution: Mentarang Induk & Kabama Induk HEP’s
  7. Kayan hydro energy, Kabupaten Bulungan
  8. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sembakung, Distrik Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan
  9. PLTU batubara berkapasitas 1.000 Mw Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI), Tanah Kuning, Mangkupadi
  10. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Idehei & Gezhouba, Sungai Kayan dan Sungai Bahau
  11. PT Prime Steel Indonesia, Tanah Kuning, Kabupaten Bulungan
  12. Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Dimetyl Ether (DME), Tanah Kuning, Mangkupadi, Kabupaten Bulungan
  13. Proyek kluster alumunium PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum), Tanah Kuning

Proyek di Sulawesi Utara

  1. Kawasan pariwisata Likupang, Tanjung Pulisan, Minahasa Utara
  2. Kawasan industri Bitung

Proyek di Sumatera Utara

  1. Pelabuhan hub dan kawasan industri internasional Kuala Tanjung
  2. Kawasan industri Sei Mangkei
  3. Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Sei Mangkei berkapasitas 250 megawatt (Mw)
  4. Kemitraan strategis (strategic partnership) Bandara Internasional Kualanamu

Pemerintah juga telah menyiapkan delapan proyek, di luar empat koridor prioritas di atas, di antaranya:

  1. Coal Fired Power Plant (CFPP) berkapasitas 2×350 Mw di Celukan Bawang, Bali
  2. Pembangkit listrik skala menengah di berbagai lokasi di Pulau Jawa
  3. Mine mouth Coal Fired Power Plant (CFPP) Kalselteng 3 berkapasitas 2×100 Mw dan Kalselteng 4 berkapasitas 2×100 Mw, Kalimantan Tengah
  4. Pembangunan gedung Signature Tower
  5. Kawasan ekonomi khusus Indonesia-China di Jonggol, Jawa Barat
  6. Kawasan industri terpadu Ketapang
  7. Pengentasan kemiskinan dan penanaman kembali kelapa sawit
  8. Kolaborasi internasional Meikarta Indonesia-China

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong pun sebelumnya sudah menuturkan, jika pemerintah Indonesia memprioritaskan proyek pada empat wilayah dalam program yang diinisiasi oleh Presiden China Xi Jinping itu. Dan pemilihan empat wilayah tersebut juga dipilih berdasarkan pertimbangan geografis.

“Pemilihan kota ini (Bali, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sumatera Utara) sejalan dengan ideologi Presiden Joko Widodo, yaitu bangun dari pinggiran,” kata Lembong.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Panjaitan membenarkan jika pemerintah Indonesia akan ‘menjual’ 28 proyek pada China, April 2019. Luhut menyatakan ada dua hingga tiga proyek yang dinilai paling prospektif, untuk masuk dalam program Jalur Sutera. Namun, sayangnya ia masih enggan merinci proyek apa saja yang dimaksud.

“Mana-mana yang kami sepakat, akan kami sign (tanda tangan). Kalau kamu tidak sepakat dengan maunya kami, ya tidak kami sign,” ujarnya ringan, di Hotel Shangri-La, Selasa (19/3).

[/read]