“Di Zaman Kemaksiatan Dianggap Wajar…”

  • Bagikan
Zaman Kemaksiatan Dianggap Wajar

Ngelmu.co – Ustaz Felix Siauw turut bicara soal siniar yang terunggah di kanal YouTube Deddy Corbuzier, Sabtu (7/5/2022) lalu.

Awalnya, siniar tersebut berjudul “Tutorial Jadi Gay di Indo‼️-Kami Happy Loh..-Ragil and Fred-Deddy Corbuzier Podcast”.

Setelah gaduh dan panen kritik, Deddy tidak menghapus video tersebut.

Namun, ia mengubah judulnya menjadi “Tutorial Jadi Gay di Indo‼️=Pindah ke Jerman (tonton sblm ngamuk) Ragil and Fred-Podcast”.

Mendapati hal tersebut, Ustaz Felix Siauw pun bicara. Melalui akun Instagram pribadinya, @felix.siauw, ia bilang:

Karena sudah terang-terangan, bahkan dengan judul yang sangat provokatif dan bangga dengah kemaksiatan, mengingatkannya juga mesti terang-terangan.

Yang bilang, “Sudah nonton belum sampai habis?”, jawabannya, belum dan enggak perlu.

Sebab, dari judul dan yang diundang saja sudah jadi kampanye negatif, dan jauh dari tuntunan agama.

Minimal, membuat orang merasa wajar dengan keburukan dan dosa.

Kita enggak masalah dengan pelaku maksiat. Mereka bisa bertobat, diajak tobat.

Tapi maksiatnya kita benci. Menyebarkan maksiat dan menganggapnya wajar, apalagi.

Saya tahu, pasti saja ada yang pro ke konten negatif kayak gini. Saya juga enggak tahu, berapa lama postingan ini tayang, sebelum di takedown.

Hanya mengingatkan adalah tugas saya. Menyampaikan kebaikan dengan cara yang paling baik itu bagian kewajiban saya.

Di zaman kemaksiatan dianggap wajar, dianggap open minded, dianggap toleran, dianggap modern.

Harus ada yang tetap berpijak pada prinsip yang benar dan baik.

Support kebaikan, meski hanya menyebarkannya, atau dengan meninggalkan.

Enggak usah menonton konten-konten buruk, referensi-referensi negatif.

Menyedihkan sekali ketika keburukan dipromosikan luas, sementara kebenaran dan kebaikan malah diejek dan di-bully.

Smart itu cerdas. Cerdas itu memikirkan akhirat dengan memanfaatkan dunia. Bukan menjual akhirat untuk kepentingan dunia.

Baca Juga:

  • Bagikan