Wow, Hafidz Muda Basyir Putra Wirianingsih ini Tuntaskan Hafalan Jam’u Shahihain Hanya 7 Hari

  • Bagikan

Ngelmu.co, JAKARTA – Orang tua mana yang tidak bangga dan bahagia tatkala anaknya berprestasi, apalagi prestasi menjadi tahfidz Qur’an. Hal itu pula yang dirasakan Wirianingsih, ibu 10 anak yang kesemuanya adalah hafidz atau penghafal Qur’an.

Perempuan yang aktif di Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga mendapatkan kado baru di awal tahun baru 2019. Adalah Muhammad Saihul Basyir, salah satu putra Wiwi, sapaan akrab Wirianingsih, yang menorehkan prestasi telah menyelesaikan hafalan kitab Jam’u Shahihain jilid III di Masjid Nabawi Madinah mulai Senin (31/12/2018) lalu dan Selesai pada Jumat (4/1/2019).

Untuk diketahui, kitab Jam’u Shahihain jilid III tersebut berisi 1682 hadits dan diselesaikan dalam rentang waktu tersebut dari yang direncanakan selesai 14 hari. Basyir sendiri adalah satusatunya dari 10 anak dari Indonesia yang menyelesaikannya.

Basyir dan ibunya Wirianingsih. (Foto: FB Wiwi Wirianingsih)

“Bifadhlillah, Basyir menyelesaikan hafalan al-Qur’an di usia 12 tahun atau kelas 6 SD. Tahun 2018 kemarin mengambil sanad hafalan al-Qur’an riwayat ‘ashim. 1 sanad. Di Indonesia sudah banyak para penghafal al-Qur’an yang mengambil sanad ini. Kepentingannya untuk menjaga bacaan Al-Qur’an sesuai tajwid yang benar. Termasuk kakaknya Basyir, Ustadz Faris Jihady juga sudah mendapatkannya di Saudi beberapa tahun lalu,”kata Wiwi, seperti dikutip Ngelmu.co dari akun facebooknya, Wiwi Wiriangisih pada Kamis (10/1/2019).

Sementara, Basyir sendiri, melalui akun instagramnya juga mengabarkan prestasi yang dicapainya itu. Mencantumkan judul caption “Bukti Keberkahan,”Basyir menyebut masjid Nabawi memberi dirinya banyak pelajaran, utamanya, tentang kesabaran, fokus, keteguhan dan tawakkal.

“Di tempat ini generasi dengan karakteristik terbaik pernah hidup, nama mereka sudah disebut di surga bahkan saat kaki mereka masih menjejak bumi, terdengar mustahil, tapi begitulah riwayat paling agung berkisah,”kata dia, seperti dikutip dari akun instagramnya, @basyiirun.

Basyir dan teman-temannya di Madinah. (Foto: https://www.instagram.com/basyiirun/)

“Itu juga yang membuat saya yakin bahwa Allah swt pasti mengulurkan pertolongan-Nya saat pertama tahu waktu saya hanya tujuh hari untuk menyetorkan jilid ke-3 dari Kitab al Jam’u Bayna as-Shahihain, li Abi Muhammad Abdil Haq al-Isybiliy (582 H) seluruhnya (255 Hal/600an Hadits), yang normalnya saya selesaikan dalam waktu 12-14 hari,”jelasnya lagi.

Dia pun menceritakan hal itu terdengar mustahil bagi dirinya, tapi tidak bagi Allah SWT. “Maka dengan kesabaran, fokus, keteguhan, dan tawakkal, atas izin Allah saya kembali menjadi saksi hidup dan membuktikan bahwa keberkahan benar-benar nyata adanya,”ujar pria yang pernah menjadi juara 1 MTQ nasional cabang 30 juz dan tafsir bahasa Arab ini.

Basyir mengatakan dirinya mulai menghafal di penghujung hari kedua Dauroh, Sabtu 29/12/2018 dan khatam di hari terakhir Dauroh, Jumat 4/1/2019.”Qul, “Alhamdulillah”, sayuriikum aayaatihi fata’rifuunaha. Wa maa Rabbuka bighofilin ‘ammaa ta’malun,”katanya.

Dia juga mengatakan postingan di instagram tersebut sebagai klarifikasi terhadap kabar yang beredar bahwa dirinya hafal Qur’an di usia 6 tahun.

  • Bagikan
ngelmu.co