3 Harapan Syekh Ali Jaber atas Akbar: Jadi Anak Angkatnya Hingga Umrah Bersama

  • Bagikan
Syekh Ali Jaber Muhammad Gifari Akbar

Ngelmu.co – Bukan hanya masyarakat pada umumnya yang membicarakan kisah pemulung remaja bernama Muhammad Gifari Akbar (16).

Sebab, fotonya sedang mengaji di trotoar Jalan Braga, Bandung, Jawa Barat, juga sampai ke tangan para ulama. Salah satunya, Syekh Ali Jaber.

Berkesempatan bicara langsung dengan Akbar, dalam acara Kabar Petang, TV One, Sabtu (7/11), ia pun menyampaikan tiga harapan.

“Pertama, saya berkeinginan, kalau Akbar terima permohonan saya, saya ingin jadikan ananda Akbar, itu anak angkat saya,” kata Syekh Ali Jaber.

“Yang kedua, saya ingin menjadi guru langsung untuk ananda Akbar, saya akan bimbing kamu sampai insya Allah, hafal 30 juz Al-Qur’an,” sambungnya.

“Dan insya Allah, saya akan upaya maksimal, jadikan kamu imam besar di negeri kita, Indonesia tercinta,” lanjutnya lagi.

“Terus yang ketiga, saya berharap sekali, bisa kita insya Allah, akan memimpin Akbar, dan saya ajak, bisa umrah bareng,” jelas Syekh Ali Jaber.

Baca Juga: Akbar, Pemulung Remaja yang Tertangkap Kamera Baca Al-Qur’an di Trotoar

Melihat perjuangan remaja itu, Syekh Ali Jaber, juga mengaku telah bercerita tentang Akbar, kepada beberapa gurunya–para imam besar–di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

“Mereka ikut terharu. Makanya saya ingin ajak [Akbar], di bulan Desember, umrah bareng. Mudah-mudahan disetujui sama Akbar,” tuturnya tersenyum.

Rencananya, pada Selasa (10/11) besok, Akbar, akan bertemu langsung dengan Syekh Ali Jaber, yang kebetulan berkegiatan, safari dakwah, ke Bandung.

“Pokoknya Selasa, ke Bandung dulu,” jelas kakak dari Akbar, Ahad (8/11).

Syekh Ali Jaber, juga mendoakan Akbar, dapat terus istiqamah.

“Saya selalu mendoakan, semoga apa pun yang kamu hadapi, kesusahan yang kamu hadapi, insya Allah, semua akan berlalu,” ujarnya.

“Tapi saya yakin, apa yang Akbar rasakan, selama menjaga sholat, selama menjaga Al-Qur’an, pasti, saya yakin, Akbar, merasa bahagia hatinya,” sambung Syekh Ali Jaber.

“Karena sebenarnya kekayaan ini bukan kekayaan harta, tapi kekayaan hati. Insya Allah, Allah bersamamu, dan kami semua, saya pribadi, keluarga besar kami, insya Allah, akan bersamamu,” pungkasnya.

  • Bagikan
ngelmu.co